Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-05-2006
  • 491 Kali

PROYEKSI LAHAN TEMBAKAU 2006 TURUN 2.000 HEKTAR

Sumenep-Kominfo News Room : Musim tanam tembakau tahun 2006 ini, nampaknya mengalami penurunan lahan. Terbukti, berdasarkan Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 525.23/363/435.115/2006 tertanggal 28 April 2006 lalu, proyeksi areal tembakau turun sekitar 2.000 hektar, dengan nilai produksi sekitar 8.250 ton. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto. Ia menuturkan, penurunan tersebut terjadi, karena untuk menghindari over produksi, seperti yang terjadi pada tahun 2005 lalu, dengan mencapai over produksi sekitar 3.559 ton. Bambang menerangkan, sesuai dengan data yang ada, perbandingan proyeksi areal tanam tembakau pada tahun 2005 lalu sebanyak 13.767 hektar, sedangkan proyeksi areal tahun ini, hanya 11.000 hektar. Kemudian, untuk produksi tahun 2005 lalu, mencapai 10.325 ton, sedangkan tahun ini 8.250 ton. Ir. Bambang menjelaskan, dengan penurunan proyeksi areal lahan maupun produksi tembakau itu, pihaknya berharap kualitas tembakau di Sumenep akan semakin meningkat, sehingga dapat mempengaruhi harga jual tembakau itu dengan mengangkat nilai jualnya, mengingat selama beberapa tahun belakangan ini, harga tembakau semakin anjlok. Lebih lanjut Ir. Bambang menambahkan, lahan yang difloting untuk penanaman tembakau tahun ini, terdapat di 17 Kecamatan daratan. Namun, yang mempunyai floting tertinggi, terdapat di Kecamatan Pasongsongan, Guluk-guluk dan Ganding. Ir. Bambang menandaskan, musim tanam tembakau tahun ini, pihaknya memperkirakan kebutuhan bibit tembakau mencapai sekitar 385 juta batang, dengan kebutuhan pupuk sekitar 4.950 ton yang terdiri dari pupuk jenis ZA, SP-36 dan pupuk ZK. ( Nita, Ong, Esha )