News Room, Senin ( 13/08 ) PT. Garam (Persero), melakukan penyerapan garam rakyat pada musim panen tahun 2012, mencapai 17.000 ton, untuk wilayah Madura, yakni Kabupaten Sumenep, Pamekasan dan Sampang. Humas PT. Garam, RB. H. Farid Zahid, SH, MH menjelaskan, penyerapan garam tahun ini harganya memang anjlok. Sebab, kualitas garam rakyat di Pulau Madura, kurang maksimal. Apalagi untuk Kabupaten Sumenep, kualitasnya masih standart, tidak mampu mencapai Kw-1. “Dengan kualitas garam seperti itu, secara otomatis harganya juga rendah, berkisar antara Rp. 450,00 hingga Rp. 475,00 per-kilogram. Harga tertinggi yang kami berikan Rp. 550,00 hingga Rp. 575,00 per-kilogram. Itu pun berlaku bagi Kabupaten Pamekasan dan Sampang, karena kualitasnya cukup bagus,”kata H. Farid, di Sumenep, Senin (13/08). H. Farid mengungkapkan, dari luas lahan pegaraman 5.750 hektar se Madura, pihaknya menargetkan produksi garam bisa mencapai 400.000 ton. “Mudah-mudahan cuaca selalu mendukung. Kalau lancar, kami yakin sampai pertengahan Nopember 2012 mendatang, target produksi garam bisa tercapai,”terangnya. Untuk mendukung tercapainya target produksi garam itu, kata H. Farid, proses garam telah beralih menggunakan PLN dari sebelumnya genset. “Jadi, proses produksi garam tidak akan ada kendala lagi, karena sudah memakai PLN semua,”ungkapnya. ( Nita, Esha )