Sumenep-Kominfo News Room : Maraknya permintaan masyarakat kepulauan kepada Pemerintah Kabupaten, untuk segera mempunyai transportasi laut yang bisa mengangkut barang-barang dan mobil terutama ke pulau Kangean, nampaknya mendapat perhatian serius PT. Sumekar Line yang membawahi perusahaan perkapalan milik Pemkab. Sumenep. Terbukti, Kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) II yang beroperasi di Sulawesi, secara resmi sudah ditarik kembali ke Sumenep. Direktur PT. Sumekar Line, Drs. H. Moh. Toha mengatakan, penarikan itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kepulauan terkait transportasi laut. Menurut H. Moh. Toha, setelah penarikan itu dilaksanakan, maka kapal tersebut akan melayani pengangkutan barang ke pulau kangean. Namun pihaknya masih berfikir tentang biaya yang harus dikeluarkan ketika beroperasi, sebab pemasukan dari penumpang dinilai tidak mencukupi terhadap biaya operasional yang dikeluarkan. H. Moh. Toha menjelaskan, meskipun biaya operasional cukup tinggi, dibandingkan dengan pemasukan dari penumpang, namun pihaknya akan tetap meluncurkan kapal DBS II, dengan trayek Kalianget-Kangean. Hal itu dilakukan, tidak lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kepulauan, agar tidak selalu merasa dianak tirikan dengan masyarakat daratan ketika kebutuhannya belum terpenuhi. H. Moh. Toha menandaskan, sebagai pelayaran kali pertama, pihaknya akan proyeksikan memberangkatkan kapal DBS II ini hanya 1 kali dalam seminggu, dengan hanya mengangkut barang dan mobil. Namun, jika jadwal itu dianggap kurang, maka pihaknya akan berusaha menambah pemberangkatan menjadi 2 kali dalam seminggu, untuk mengisi frekuensi pelayaran ke Kangean. H. Moh. Toha berharap, dengan ditariknya kapal DBS II dari Sulawesi itu, akan mampu membantu pelayaran di Kabupaten Sumenep, terutama untuk trayek Kalianget-Kangean. Bahkan, H. Moh. Toha berencana akan menyesuaikan harga tiket dengan biaya operasional, mengingat tingginya biaya oeprasional yang akan dikeluarkan dalam pelayaran tersebut, namun dalam koridor harga kewajaran. Karena itu, pihaknya meminta kepada masyarakat kepulauan, supaya tidak merasa terbebani dengan harga tiket, apabila terjadi perubahan. ( Nita,Ong,Esha )