News Room, Senin ( 21/05 ) Puluhan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penegak Pilar Bangsa (PPB) Sumenep, Senin (21/05) pagi, berunjuk rasa di depan Kantor Dinas Kesehatan setempat. Mereka menuntut proses rekrutmen Pegawai Tidak Tetap (PTT) bidan dan perawat di Kabupaten Sumenep tahun 2012 diulang. Karena diduga terjadi pungutan liar (pungli). Bahkan, dalam aksi itu Koordinator Lapangan, Edy Junaidi, mengajak pimpinan Dinas Kesehatan Sumenep, untuk melakukan sumpah pocong, guna membuktikan benar tidaknya pungli rekrutmen PTT bidan dan perawat tersebut. “Kami tidak main-main mengusut dugaan pungli rekrutmen PTT bidan dan perawat di Sumenep. Sebab, kami punya bukti kalau diwilayah Kecamatan Raas dan Gapura, sebagian PTT bidan dan perawat bisa lolos menggunakan pelicin,”kata Edy, didepan kantor Dinas Kesehatan Sumenep, Senin (21/05). Edy mengungkapkan, sesuai bukti pelicin untuk lolos PTT bidan dan perawat itu bervariasi,ada yang berani bayar antara Rp. 20 hingga 40 juta. “Makanya kami berani meminta pimpinan Dinas Kesehatan Sumenep, untuk melakukan sumpah pocong. Ini langkah terakhir pembuktian,”terang Edy. Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. Hj. Jetty Nurdiyah Ningrum, M.Si ketika menemui para pendemo, dengan tegas membantah adanya pungli rekrutmen PTT bidan dan perawat. “Tidak benar pungli tersebut. Kalau memang ada bukti, silahkan dilaporkan pada penegak hukum. Kami tidak takut, sekalipun harus sumpah pocong, kami siap,”tegas dr. Jetty. Usai mendapat penjelasan dari pimpinan Dinas Kesehatan Sumenep, para pendemo akhirnya melanjutkanaksinya ke kantor DPRD setempat. ( Nita, Esha )