Media Center, Jumat ( 25/08 ) Puluhan perwakilan buruh garam musiman di lahan pegaraman IV PT Garam Gresik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendatangi kantor PT Garam.
Mereka mempertanyakan tidak dipanggilnya
untuk menggarap lahan milik PT Garam pada musim kemarau tahun 2017.
Karena, sekitar 75 dari 300 karyawan musiman dibiarkan nganggur.
“Kami terpaksa mendatangi PT Garam. Ya untuk mempertanyakan kenapa kami
tidak dipekerjakan, padahal kami sudah lama bekerja setiap musim
kemarau. PT Garam malah memilih orang baru sebagai pekerjanya,” kata
salah satu buruh musiman PT Garam, Yono Wirawan, Jumat (25/08).
Ia
mengaku tidak tahu penyebabnya kenapa 75 buruh garam yang biasa dipakai
ketika musim kemarau, tidak diperjakan lagi. Tujuan mereka ke PT Garam
juga meminta agar dipekerjakan lagi.
"Buruh musiman merupakan
satu-satunya pekerjaan kami guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami
sangat membutuhkan pekerjaan itu,"tuturnya.
Sementara itu, Kepala
Pegaraman IV PT Garam Gersik Putih, Mohammad Awiyanto
mengungkapkan, permintaan perwakilan buruh garam musiman itu akan
diupayakan untuk dikabulkan.
“Direncanakan pekan depan kami akan memanggil semua buruh musiman tesebut,”janjinya.
Total tenaga kerja
musiman PT Garam sebanyak 300 orang, namun dari 300 orang itu sebanyak
75 orang belum dipanggil dengan alasan telah 90 persen dari total tenaga
kerja dipekerjakan. ( Nita, Esha )