News Room, Jumat ( 05/07 ) Puluhan mahasiswi yang tergabung dalam Gerakan Srikandi Sumenep (GADIS), Jumat (05/07) pagi mendatangi Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat. Mereka mendesak Satpol PP bertindak tegas dan membersihkan Kota Sumenep dari kegiatan amoral, yakni dengan menutup rumah kos dan tempat hiburan yang kerap dijadikan tempat mesum. Korlap aksi, Helliyatul Matluba, mengatakan, tuntutan itu sebagai bentuk penghormatan kepada umat muslim yang akan menjalani ibadah puasa, selama Bulan Suci Ramadhan. “Kami ingin Kabupaten Sumenep bersih dari perbuatan maksiat, apalagi di bulan suci Ramadhan. Jangan sampai bulan puasa masih diwarnai perbuatan amoral. Tempat hiburan, termasuk warung yang buka pada siang hari di saat bulan puasa, harus ditertibkan oleh Satpol PP,” katanya. Bahkan, dalam aksinya mereka menekankan, sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, semua tempat yang ditengarai sering dijadikan tempat mesum harus ditertibkan. “Tidak ada alasan bagi petugas Satpol PP untuk tidak menertibkan tempat mesum tersebut. Kami minta sebelum masuk Bulan Suci Ramadhan, semua tempat yang sering dijadikan tempat esek-esek, harus ditutup,”teriaknya. Sementara Kasi Operasional Satpol PP Sumenep, Moh. Saleh, mengaku akan segera melaksanakan tuntutan para mahasiswi tersebut. Sebab, itu merupakan agenda resmi dari Satpol PP dan petugas gabungan kepolisian, TNI, dan Dinas Sosial. “Tuntutan para teman-teman mahasiswi itu masuk dalam agenda kami, bahwa menjelang Bulan Suci Ramadhan, tempat hiburan dan rumah kos tak berijin, utamanya yang disinyalir dijadikan tempat mesum, akan ditertibkan. Makanya, kami minta dukungan masyarakat Sumenep secara umum, agar membantu kelancaran tugas kami,”ungkapnya. Usai mendapat jawaban dari pimpinan Satpol PP, puluhan GADIS akhirnya membubarkan diri dengan tertib sambil mendapat pengawalan aparat kepolisian. ( Nita, Esha )