News Room, Kamis ( 26/07 ) Sebanyak 60 imigran gelap asal Irak dan Iran, terdampar di Pulau Gua-gua, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, pada Rabu (25/07) malam. Namun, keberadaan awak kapal kayu pengangkut para imigran gelap tersebut, hingga Kamis (26/07) siang, belum diketahui. Kapolres Sumenep, AKBP Dirin, menjelaskan, rombongan imigran gelap yang diduga akan ke Australia ditemukan terdampar di Pulau Gua-gua, dikarenakan kapal kayu yang mengangkut mereka mengalami kerusakan. “Anggota kami masih mencari kebedaraan kapal kayu tersebut. Sebab, warga Pulau Gua-Gua sendiri hanya menemukan para imigran yang terdampar,”kata Kapolres Sumenep, di Pelabuhan Kalianget, Kamis (26/07). Kapolres mengungkapkan, kehadiran para awak kapal pengangkut imigran tersebut sangat dibutuhkan, guna mengetahui proses awal pemberangkatan kapal hingga terdampar di Pulau Gua-gua. “Untuk imigran saat ini dikumpulkan dirumah salah seorang perangkat desa Gua-gua. Dan, secepatnya para imigran itu akan dievakuasi,”terangnya. Proses evakuasi, kata Kapolres, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pimpinan Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Polda Jawa Timur, terkait kapal yang akan digunakan untuk mengevakuasi para imigran dari Pulau Gua-gua ke wilayah daratan. “Sebenarnya, pada Kamis pagi, kapal Basarnas sudah berangkat ke Pulau Gua-gua, untuk mengevakuasi para imigran. Tapi tidak berhasil. Kapal tersebut tidak bisa merapat karena dihadang cuaca buruk, akhirnya kembali ke Pelabuhan Kalianget,”ujarnya. Kapolres tidak bisa memastikan, apakah puluhan imigran asal Irak dan Iran itu, akan dievakuasi ke wilayah daratan Sumenep, atau langsung dibawa ke Surabaya. “Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. Kami juga belum tahu secara pasti. Kalau memungkinkan, bisa saja langsung ke Surabaya, karena Kantor Imigrasi kan di Surabaya. Tapi, kalau tidak memungkinkan karena faktor cuaca dan harus melalui Sumenep, ya kami siap membantu,”ungkapnya. ( Nita, Esha )