News Room, Kamis ( 27/01 ) Sebanyak 18 Hard Disk dan 20 memory komputer milik SMA Negeri Lenteng, dibobol maling, pada Kamis (27/01) pagi. Wakil Kepala Sekolah Kurikulum SMA Negeri Lenteng, Sirajum Munir menceritakan, hilangnya puluhan hard disk dan memory komputer diketahui pertama kali Muna’ie (Staf TU), ketika mengecek laboratorium komputer. “Pak Muna’ie itu melihat ada kejanggalan di laboratorium komputer, karena pagi hari sekitar pukul 06.15 WIB, pintu lab komputer sudah terbuka. Saat dicek, 20 unit komputer hanya tersisa 19 monitor saja. Jadi, 19 CPU dan 1 unit komputer lengkap sudah lenyap. Kami pun melapor pada petugas Polsek Lenteng,”kata Sirajum Munir, pada wartawan diruangan lab komputer SMA Negeri Lenteng, Kamis (27/01). Namun, tidak berselang lama, kata Sirajum, ada warga yang memberitahukan, jika 50 meter kearah selatan, terdapat barang berserakan. “Ketika di TKP, ternyata benar ada 18 CPU tanpa hard disk dan memory berserakan. Dan, saat diperiksa lagi, ada 2 hard disk yang diduga ketinggalan,”ujarnya. Sirajum juga mengungkapkan, kasus pencurian ini sudah dilimpahkan sepenuhnya pada Polsek Lenteng, untuk ditindak lanjuti. Sementara, Kapolsek Lenteng, AKP M. Syakrani, SH mengatakan, pihaknya sudah memeriksa 2 orang sebagai saksi, diantaranya penjaga malam SMAN Lenteng. “Kedua saksi yang telah diperiksa itu, yakni penjaga malam, Fausi bersama istrinya yang kebetulan rumahnya berada dibelakang SMAN Lenteng. Mudah-mudahn alibi yang diberikan keduanya itu bisa membantu mengungkap pelaku kasus pencurian perangkat komputer ini. Selanjutnya kami juga akan periksa pak Muna’ie,”terangnya. Syakrani memaparkan, barang bukti berupa 19 CPU sudah diamankan, guna mempermudah proses penyelidikan. “Kerugian dari peristiwa tersebut, ditafsir mencapai Rp. 20 juta lebih,”ungkapnya. ( Nita, Esha )