News Room, Jum’at ( 23/01 ) Masih banyaknya kasus masyarakat yang tergolong miskin, namun belum tercover pada data di BPS dan tidak memiliki kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) perlu tetap mendapat pelayanan. Hal tersebut sebagai perilaku kemanusiaan bagi Tim medis yang ada di Puskesmas, maupun Rumah Sakit rujukan pasien Jamkesmas. Salah satunya yang dilakukan Puskesmas Bluto, yang memberikan toleransi kepada masyarakat yang benar-benar miskin, namun tidak memiliki kartu Jamkesmas sebagai persyaratan untuk mendapatkan pengobatan di Puskesmas. Seperti halnya yang dialami salah seorang pasien yang menderita penyakit asma, Ny. Jasuk warga Desa Serah Timur Kecamatan Bluto. Ibu berisuai 50 ini mengaku sudah selama 22 tahun menderita asma, sehingga harta bendanya habis dibuat untuk pengobatan kemana-mana. Karena itu, dengan pertimbangan kemanusiaan pasien tersebut tetap mendapat pengobatan gratis, seperti layaknya pasien Jamkesmas lainnya. Sebenarnya, sebelumnya sempat beberapa bulan memiliki kartu Askeskin, namun ketika berganti ke Jamkesmas, Ny. Jasuk tidak mendapat kartu, karena mungkin data yang masuk melihat penghidupannya ketika dia masih mampu, sehingga tidak masuk kategori miskin. “Saya bersyukur, ibu masih bisa mendapat pengobatan gratis di Puskesmas, sebab keluarga yang menanggung biaya sudah tidak mampu lagi,â€Âujar Muzammil, salah seorang anaknya, ketika ditemui News Room saat menunggu ibunya yang sedang periksa di Puskesmas Bluto. Kepala UPTD Puskesmas Bluto, dr. Kusmuni ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan, membenarkan pemberian pengobatan secara gratis bagi pasien yang benar-benar sudah tidak mampu, namun tidak memiliki kartu Jamkesmas. “Sebagai manusia biasa, kita tetap memiliki prihatin dan belas kasihan, ketika melihat saudara kita dalam kesulitan. Apalagi kami dan beberapa stafnya tahu betul kalau yang bersangkutan memang betul-betul tidak mampu,â€Âujar Kusmuni. Bahkan, pengobatan gratis itu tidak hanya diberikan sekali dua kali, namun sudah puluhan kali setiap berobat mereka yang sudah diketahui benar-benar tidak mampu tetap akan mendapat pelayanan pengobatan secara gratis. Hal itu juga bisa memberikan image yang baik bagi pelayanan Puskesmas sebagai pusat kesehatan bagi masyarakat, dengan tetap mengedepankan pelayanan dan kemanusiaan. ( Ren, Esha )