Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsnakertrans) Kabupaten Sumenep menggelar rapat penyusunan perencanaan tenaga kerja daerah periode 2015-2019, bertempat di Ruang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumenep Rabu (18/11/2015) jam; 08.00 Wib s/d selesai rapat PTKD.meliputi 6 Dinas & Badan Antara lain : Badan Pusat Stastistik , Dinas Pendidikan, Dinas Sosial , Bappeda , Disperindag, Disdukkcapil dengan jumlah peserta 16 Orang
Kegiatan ini dirancang untuk memperkirakan jumlah tenaga kerja serta kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Sumenep selama empat tahun ke depan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsnakertrans) Kabupaten Sumenep Drs. H. Koesman Hadie, M.Si mengatakan, penyusunan rencana kerja meliputi angka pengangguran yang dihitung berdasarkan perbedaan kebutuhan tenaga kerja dan persediaan tenaga kerja pada periode yang sama. “Serta bidang ketenagakerjaan lainnya meliputi pelatihan kerja, produktivitas, hubungan industrial, jamsostek dan pengawasan ketenagakerjaan,” tambahnya.
Drs.H.Koesman Hadie, M.Si mengatakan Sumenep termasuk daerah yang beruntung. Sebab, selain Kota Pamekasan hanya Sumenep daerah yang telah mendapat asistensi penyusunan perencanaan tenaga kerja. “Sehingga tahun 2015 ini baru dua daerah ini saja yang mempunyai perencanaan ketenagakerjaan,” kata dia.
Sementara itu, permintaan pembuatan kartu kuning tanda pencari kerja (AK1) telah normal. Ini berbeda dengan situasi saat musim penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga harian lepas (THL) beberapa bulan lalu.
“Masyarakat yang datang ke sini untuk mengurus kartu tanda pencari kerja (AK1), memang meningkat. tapi tidak membludak seperti saat penerimaan CPNS lalu, rata-rata 5 orang setiap harinya,” ungkap kepala disnakertrans kab. sumenep, Drs.H. Koesman Hadie, M.Si (18/11/15)
Namun demikian, pihaknya sangat menyayangkan para pencari kerja yang kemudian tidak melapor kembali dinsnakertrans kab sumenep baik setelah mendapat pekerjaan atau tidak.
Menurutnya sebagian besar mereka yang mengurus AK1 berasal dari daerah kota sumenep itu sendiri dan masyarakat kepulauan,