News Room, Jumat ( 16/03 ) DPR meminta beras untuk keluarga miskin (raskin) diambil dari para petani lokal. Hal ini agar serapan Bulog dari petani semakin besar dan petani terbantu karena berasnya terserap. "Raskin yang diberikan harus menggunakan beras lokal seluruhnya, Bulog tidak boleh impor untuk memenuhi raskin. Karena berbagai macam insentif telah banyak diberikan kepada Bulog seperti HPP yang telah dinaikkan dan pengalihan subsidi BBM pun sudah di anggarkan untuk raskin," kata anggota DPR Komisi IV Rofi Munawar, Jumat (16/03). Kini, pemerintah menyalurkan raskin kepada 18,5 juta rumah tangga sasaran (RTS). Selain itu, tahun ini pemerintah juga membagikan raskin selama 14 kali, raskin diberikan tahun ini lebih tinggi sebagai kompensasi dari kenaikan BBM subsidi pada bulan depan, April. Petani sebagai RTS terbesar menjadi fokus dari pembagian raskin. Sekitar 70 persen dari total RTS merupakan petani dan masyarakat pedesaan. Karena itu, DPR meminta raskin yang dibagikan berasal dari beras petani agar hasil panen para petani dapat diserap Bulog dengan maksimal dan kemudian diserahkan kembali dalam bentuk raskin. "Jika kenaikan BBM tetap dilakukan per 1 April 2012 maka sesungguhnya bertepatan dengan masa panen raya, maka idealnya Bulog dapat dengan mudah menyerap beras dari petani lokal, terlebih jika ditambah anggaran alokasi subsidi BBM harusnya lebih optimal. Sehingga program raskin seluruhnya menggunakan beras petani lokal dapat tercapai," cetus Rofi. ( MICOM, Fery )