News Room, Sabtu (15/01) Ratusan calon penumpang keleleran di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, akibat tidak adanya kapal yang berani berlayar ke kepulauan setempat. Salah seorang calon penumpang, Sa’in (34), warga Desa/Kecamatan Kangayan (Pulau Kangean) mengatakan, sudah seminggu dirinya berada di Pelabuhan Kalianget, guna menunggu keberangkatan kapal menuju Pulau Kangean. “Namun, hingga Sabtu (15/01) ini, tidak kunjung ada kejelasan, kapan kapal akan berlayar ke Kangean. Katanya sih, menunggu cuaca membaik. Padahal, persediaan hidup di daratan sudah menipis, sekarang aja kami terpaksa numpang tidur di kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Kalianget,”kata Sa’in, ketika ditemui wartawan di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Sabtu (15/01). Sa’in juga mengungkapkan, sejak dikabarkan kapal dilarang melaut, karena cuaca laut buruk, pihaknya lebih memilih tinggal di Pelabuhan Kalianget. “Sebab, kami tidak punya keluarga yang ada di seputar Pelabuhan Kalianget. Jadi, mau tidak mau harus tinggal di pelabuhan ini. Selama berada di Pelabuhan Kalianget, belum ada satupun pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, termasuk anggota DPRD yang menjenguk keberadaan calon penumpang, padahal kami ini warga Sumenep juga,”ungkapnya. Sementara, Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Kalianget, Sumenep, JA Turmanto, membenarkan jika hingga Sabtu (15/01) ini, belum ada kapal yang diijinkan berlayar ke kepulauan, khususnya Masalembu, Kangean, Sapeken dan Raas. “Untuk saat ini, sebenarnya kami menerima permohonan pemberangkatan Kapal DBS I ke Pulau Kangean. Tapi, kami belum berani keluarkan ijin berlayar, karena cuaca diperairan Kepulauan Sumenep, masih ekstrem,”terang Turmanto, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (15/01). Sesuai informasi yang diterima dari BMKG, kata Turmanto, cuaca ekstrem diperairan Sumenep akan terjadi hingga tanggal 17 Januari 2010. “Jadi, sejak 3 hari lalu, kami tidak memberangkatkan kapal penumpang ke Kepulauan terjauh, yakni Masalembu, Kangean, Sapeken dan Raas. Karena, ombak masih tinggi antara 3 hingga 4 meter, dengan kecepatan angin 5-38 knot,”ungkapnya memaparkan. ( Nita, Esha )