Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-11-2018
  • 580 Kali

Ratusan Guru SD Dibekali Penguatan Inovasi Pembelajaran

Media Center, Rabu ( 28/11 ) Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, 240 orang guru kelas 1, 2 dan 3 jenjang Sekolah Dasar (SD) pada 8 Kecamatan di Kabupaten Sumenep dibekali pembelajaran aktif melalui workshop Penguatan Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar yang digelar Tim INOVASI dan Dinas Pendidikan setempat, Rabu (28/11/2018).

Ratusan guru tersebut dibagi pada 6 lokasi workshop, diantaranya Hotel Kangen, Safari, Dubai, Aula Kantor Kemenag Sumenep, KPRI Daya Karya, dan Gugus Pandian.

Distrik Fasilitator INOVASI Sumenep, Cahyadi Widi Cahyono menjelaskan, kegiatan ini sebagai upaya peningkatan pendidikan, khususnya pada kelas awal. Selain mewujudkan Sumenep menjadi Kabupaten literasi, juga upaya mengurangi angka mengulang kelas.

"Kami mengajak semua fasilitator daerah, khususnya fasilitator pembelajaran, baik dari Dinas Pendidikan dan Kantor Kemenag. Bersama-sama membantu agenda daerah, yaitu kegiatan diseminasi modul literasi di Kabupaten Sumenap," kata Cahyadi Widi Cahyono, Rabu (28/11/2018).

"Pesertanya diambil dari sejumlah sekolah inti perwakilan Kecamatan Pragaan, Giligenting, Ganding, Rubaru, Dungkek, Ambunten, Pasongsongan, Rubaru, dan Kecamatan Talango. Dibagi pada 6 lokasi, karena kita punya standar setiap kelas tidak boleh lebih dari 40 peserta," jelasnya.

Dikatakan, sebelum pembelajaran tepat sasaran dilaksanakan di sekolah, maka guru harus mendapatkan pelatihan. Meski tidak secara keseluruhan, namun saat di lapangan diharapkan ada titik tular bagi yang lain, berupa guru dan sekolah model atau percontohan.

"Sebelumnya, sasaran fasilitatornya diberikan pembekalan, bagaimana mengajar yang menyenangkan dan literasi dasar untuk kelas awal. Sekarang di luar mitra kami, itu juga diberikan semuanya, sehingga juga bisa dipraktekkan nantinya di kelas masing-masing. Kita tidak ingin Sumenep dilihat literasinya kurang, juga ini untuk mengurangi angka mengulang kelas," lanjut pria yang akrab disapa Yayak ini.

Di tempat yang sama, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Fajarisman meminta setiap guru harus aktif dalam memberikan pembelajaran bagi siswa, tentunya dengan sistem yang kreatif, agar daya minat belajar anak didik meningkat.

"Peran guru tentu sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan. Di Sumenep, kita semua tentu menginginkan pendidikan yang semakin maju. Dengan pembekalan ini diharapkan memberikan dampak luas," tutur Fajarisman saat membuka workshop Penguatan Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar di Hotel Kangen.

Menurutnya, yang paling penting dalam mewujudkan kemajuan pendidikan, ialah kesabaran dari para guru itu sendiri, di samping itu semangat untuk mau merubah pola pembelajaran baku menjadi menyenangkan. ( Sla, Ren, Esha )