News Room, Rabu ( 13/08 ) Ratusan kambing di 2 Desa, Kecamatan Kangayan, kepulauan Kangean, mati mendadak. Sebelumnya, kambing-kambing itu, mengalami hal aneh, yakni bulu mengelupas dan terdapat bercak-bercak putih. Kambing yang mati mendadak itu, milik warga Desa Kayuaru dan Torjek Kecamatan Kangayan, namun para pengembala sendiri, sampai saat ini belum mengetahui jenis penyakit yang dialami kambing peliharaannya. Karena itu, para pengembala kambing merasa resah, sebab, penyakit yang tergolong aneh dan baru kali pertama menyebar di Kecamatan Kangayan, belum ada penanganan dari pemerintah. Bahkan, para pengembala ketakutan untuk mengkonsumsi kambing yang mati mendadak tersebut. Diduga penyakit yang belum diketahui jenisnya itu bakal menular pada manusia. Salah seorang pengembala kambing, Nuruddin (45) warga Desa Torjek, mengatakan, sejak sebulan terakhir, penyakit aneh itu menimpa kambing milik warga dan belum teratasi. “Sudah 800-an ekor kambing yang mati mendadak. Itu hampir tersebar diwilayah Kangayan,â€Âterangnya. Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Badrul Aini asal kepulauan Kangean mendesak Dinas terkait agar melakukan penanganan secepat mungkin sebelum menular pada manusia. Sebab, dikhawatirkan penyakit yang menyerang kambing itu merupakan virus antraks. “Itu memang butuh penanganan cepat. Dikarenakan, jika ternyata penyakit tersebut tergolong virus antraks, kan membahayakan manusia,â€Âujarnya. Sementara itu, Staf Kesehatan Hewan Kantor Peternakan Kabupaten Sumenep, Drh. Medy Nova Wahyudi menerangkan, kalau dianalisa dari penyebab kematian kambing milik warga tersebut mendekati pada penyakit yang disebabkan oleh bakteri parasit, yang cara kerjanya, terlebih dahulu menggali lubang pada kulit kambing sambil mengeluarkan racun. Bila racun itu sudah masuk ketubuh kambing, maka persendian kambing akan kaku dan sulit makan. "Ketika sudah terjadi reaksi semacam itu, otomatis kambing akan mati,"kata Medy pada wartawan di Kantornya, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (13/08). Ia menjelaskan, cara alamia yang dapat dilakukan pengembala kambing, pada saat kambingnya diserang bakteri parasit itu, yakni dengan memakai belerang dicampur dengan minyak kelapa. Kemudian dioleskan pada bagian tubuh kambing yang terjangkit penyakit. "Cara lainnya, bisa dioles dengan bekas oli mesin. Tapi harus hati-hati karena dampaknya panas dan dapat mengelupas kulit kambing,"paparnya. Dengan munculnya penyakit itu, maka penanganan yang akan dilakukan dari Kantor Peternakan, yakni dengan cara memberi vaksin gratis. "Namun, kami akan koordinasi dulu dengan petugas setempat, untuk ditangani bersama-sama,"tegasnya. ( Nita, Esha )