News Room, Jum’at ( 16/01 ) Terjangan gelombang laut yang terjadi satu mingu ini, selain merusak tangkis laut dan fasilitas di pinggir pantai, kuburan umum di Desa Sukajeruk, Kecamatan/Kepulauan Masalembu, juga ikut tergerus air laut. Akibatnya, ratusan makam yang terletak di pinggir pantai itu rusak. Menurut Abdullah (30) warga setempat, mengatakan, kondisi pemakaman umum saat ini memprihatinkan. Padahal, lokasinya berjarak 500 meter dari bibir pantai. “Banyak makam yang rusak dan batu nisan hilang, gara-gara dihantam gelombang laut,â€Âujarnya, kepada wartawan, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Jum’at (16/01). Kondisi tersebut, ternyata disesalkan anggota DPRD Kabupaten Sumenep asal Masalembu, Yusuf Muhammad. Menurutnya, seharusnya hal itu tidak terjadi, jika Pemerintah Kabupaten Sumenep mau membangun tangkis laut di Desa Sukajeruk. Seandainya tangkis laut sudah dibangun sebagai penahan ait laut disaat terjadi gelombang tinggi, dipastikan kuburan tidak akan rusak dan hancur tergerus air laut. “Ini memang perlu perhatian serius dari Pemkab Sumenep. Kami minta untuk segera dibangun tangkis laut, supaya kedepan pemakaman umum, baik di Desa Sukajeruk maupun wilayah pinggir pantai lainnya, tidak terus terkikis air laut,â€Âujarnya berharap. Sementara, Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Sumenep, Ir. Moh. Jakfar, MM menjelaskan, dalam rencana pembangunan tahun ini memang akan memprioritaskan pembangunan dan perbaikan tangkis laut. “Tapi, akan disesuaikan dengan kekuatan anggaran yang masuk ke Dinas PU Pengairan,â€Âtegasnya. Moh. Jakfar menambahkan, pembangunan dan perbaikan tangkis laut itu, akan difokuskan pada lokasi yang dianggap parah terkena abrasi laut, baik daratan maupun kepulauan. “Makanya, kami akan efektifkan program musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di tingkat Desa, untuk mengakomodir aspirasi masyarakat,â€Âkatanya menambahkan. ( Nita, Esha )