News Room, Senin ( 15/06 ) Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Khafifah Indar Parawansa, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (14/06) kemarin.
Mensos RI, Khafifah Indar Parawansa, berada di Sumenep, menghadiri acara Haflatul Imtihan di Pondok Pesantren (Ponpes) Ahlussunnah Waljamaah, dengan pengasuh KH. Unais Ali Hisyam, di Kecamatan Ambunten.
Khafifah menjelaskan, sidak ke Gudang Bulog Sumenep ini, karena dianggap sangat rendah dan tidak tepat waktu. Dari data yang ada, realisasi raskinnya sejak Januari hingga per tanggal 14 Juni 2015, baru mencapai 22,76 persen.
"Mestinya kalau dari Januari hingga Juni, realisasi raskin sudah mencapai 50 persen. Tapi, ternyata di Sumenep baru 22,76 persen. Sebenarnya ini yang menjadi titik poin, kenapa saya sidak kesini (Gudang Bulog Sumenep,Red),"katanya.
Ia menegaskan, dengan kondisi Gudang Bulog yang tertutup ini, pihaknya tidak bisa mengecek kualitas raskin. "Ya kita cukupkan mengecek ke tidak tepatan waktu realisasi raskin saja, karena untuk kualitas raskin tidak bisa dijawab. Gudangnya tertutup,"ujarnya.
Selain itu, lanjut Khafifah, untuk sidak soal raskin merupakan kewenangan Kementerian Sosial, sebab Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) melekat di Kementerian Sosial.
"Sekarang memang sedang ada peralihan, jadi dalam hal memastikan ketersediaan raskin sudah menjadi kewenangan Kementerian Sosial,"tukasnya.
Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh instansi terkait, utamanya Gudang Bulog, agar selalu mengecek ketersediaan beras. Sebab, sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan.
Selama di Sumenep, Mensos RI, Khafifah Indar Parawansa, juga meninjau penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, Sumenep. ( Nita, Esha )