Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 31-10-2017
  • 475 Kali

Sambut Dubes Arab Saudi Dengan Seni Musik Sintung

Media Center, Selasa ( 31/10 ) Kesenian Sintung rupanya tidak banyak dikenal masyarakat Madura khususnya di Kabupaten Sumenep. Namun, kesenian Sintung ini rupanya kembali diminati oleh para peseni sintung di Desa Ambunten Tengah Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep.

Ketua Kesenian Sintung asal Desa Ambunten Timur, Nurrahman kepada Media Center, Selasa (31/10) mengungkapkan, pihaknya bersama teman-teman seniman sintung mulai mencoba untuk menampilkan kembali kesenian yang sempat hilang beberapa tahun di beberapa acara khususnya di Kecamatan Ambunten dan sekitarnya.

“Namun setelah banyak yang mengetahui adanya kesenian Sintung ini mereka penasaran dan minta kami tampil di beberapa acara termasuk di Pendopo Agung Keraton Sumenep ini.” ungkapnya di sela-sela akan tampil dalam rangka kegiatan Sidang Paripurna Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 748 di Pendopo Agung Keraton Sumenep yang sekaligus menyambut tamu kehormatan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi.

Bahkan, Nurrahman sangat bangga ketika mendapat kehormatan tampil di Pondok Pesantren An-Nuqayah Guluk-guluk pada saat menyambut kedatangan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo belum lama ini.

Diakui Nurrahman, jika kesenian Sintung sudah mendapat banyak respon para ulama dan kiai khususnya di Kecamatan Ambunten dan sekitarnya. Sebab, kesenian Sintung pada intinya banyak melantunkan Sholawat Nabi Asrabul Anam, yang merupakan Shalawat terlengkap.

“Sholawat Nabi yang dilantunkan pada kesenian Sintung memang berbeda dengan yang biasa dilantunkan pada kesenian Hadrah, termasuk alat musiknya juga berbeda.”jelasnya.

Lebih lanjut Nurrahman menjelaskan, jika alat musik Sintung sangat sederhana, yakni berupa 2 gendang dan 1 getuk dengan personal sebanyak 30 orang.

Pihaknya berharap, pemerintah juga ikut memperhatikan keberadaan sintung yang saat ini masih satu-satunya yang ada di Sumenep. ( Ren, Fer )