News Room, Selasa ( 03/03 ) Roh halus yang merasuki tubuh santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Islam, Desa Karang Cempaka, Kecamatan Bluto, terus memakan korban. Ketika para santri melakukan doa bersama untuk mengusir roh halus, sejak Senin (02/02) kemarin kembali kesurupan, Selasa (03/03) pagi. Sebelum mengikuti pelajaran di sekolah, para santri puteri itu melakukan doa bersama, namun tiba-tiba ada santri yang beteriak hesteris. Kondisinya kejang-kejang dan mata melotot serta merontah-rontah. Usaha doa bersama untuk mengusir roh halus yang diduga berasal dari pohon besar dekat pondok seakan tak berarti. Santri puteri yang kesurupan semuanya berasal dari pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting. Santri kesurupan hari ini mencapai 12 orang, sedangkan santri puteri yang kesurupan hari sebelumnya sudah dipulangkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Salah seorang Tata Usaha Madrasah Aliyah (MA) Nurul Islam, Moh. Nurul menjelaskan, para santri yang kesurupan itu mayoritas santri puteri. “Sejak 3 hari sebelumnya mereka berkelakuan aneh, semisal senang dengan warna-warna hitam dan merah. Dan, ternyata santri puteri yang berkelakuan aneh itu semuanya kesurupan,â€Âterangnya, Selasa (03/03). Sejak kemarin, pihak pesantren berusaha mengusir roh halus, namun usaha tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal. Rencananya, pesantren asuhan Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM ini akan mengundang orang pintar yang mempunyai kemampuan metafisik untuk mengusir roh halus tersebut. ( Nita, Esha )