News Room, Jumat ( 04/07 ) Terciptanya persatuan dan kesatuan serta adanya keamanan lingkungan, khususnya di Kabupaten Sumenep diharapkan dapat menjadi renungan dan refleksi bagi seluruh komponen, mulai pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen di Kabupaten Sumenep untuk semakin menjadi perhatian bersama. Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumenep, KH. A. Busyrio Karim, M.Si saat menggelar kegiatan Siaturrahmi dan Buka Puasa bersama Forum Pimpinan Daerah dengan Ulama dan Tokoh Masyarakat di Kabupaten Sumenep, Kamis sore (03/07) di Pendopo Agung Kraton Sumenep. Yang menjadi perhatian saat ini menurut Bupati, adalah terjadinya peningkatan kasus narkoba dan pelecehan seksual yang ternyata sudah masuk dipelosok-pelosok wilayah di Kabupaten Sumenep. Dengan adanya 126 pulau dan 48 pulau yang berpenghuni di Sumenep memungkinkan akan banyak sekali masuk narkoba dari berbagai pintu, utamanya melalui jalur laut. “Karena itu, persoalan ini bukan hanya menjadi tanggug jawab Pemerintah Kabupaten Sumenep, namun peran seluruh masyarakat, para tokoh agama, dan tokoh masyarakat dibawah diperlukan kepedulian bersama,” ungkapnya. Bahkan, tegas Bupati, terjadinya pelecehan seksual yang dilakukan anak SD kepada temannya, yang terjadi di pelosok Desa di Sumenep, merupakan kejadian yang sangat disayangkan terjadi, karena ternyata alasannya ketika ditanya penyidik, karena pengaruh gambar-gambar yang ditontonnya di hand phone. Untuk itu, persoalan dekadensi moral saat ini menjadi tantangan bersama untuk bekerjasama mulai dari unsur penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, Dinas Pendidikan dan seluruh elemen yang ada dalam membentengi anak-anak dan generasi muda di Sumenep. Disamping itu, deteksi dini yang harus dicegah adanya kelompok-kelompok tertentu yang dikhawatirkan akan memecah belah bangsa. Selanjutnya, Bupati juga mengingatkan masyarakat Sumenep dapat menghormati pilihan orang lain dalam Pilpres tanggal 9 Juli mendatang, dan apapun hasil demokrasi nantinya bisa diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia. ( Ren, Esha )