Sumenep-Infokom News Room : Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Siti Fadilah Supari menyatakan, pada tahun 2008 mendatang, pemerintah selesai membangun 12.000 Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) di seluruh Desa se Indonesia. Terutama Desa yang tidak memiliki Puskesmas, Puskesmas Pembantu atau Rumah Sakit. “Pembangunan ini diprioritaskan bagi Desa yang tidak memiliki fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas atau Rumah Sakit. Semua ini akan terealisasi tahun 2008 dengan 12.000 PKD yang tersebar di seluruh Desa di Indonesia�, Kata Menkes, di Batam, Jum’at (03/02) kemarin. Dr. Siti Fadilah mengatakan, pengembangan PKD itu merupakan strategi utama di Departemen Kesehatan, dalam menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk selalu hidup sehat. Dengan cara ini, pemerintah membuka akses pelayanan kesehatan yang berkualitas serta meningkatkan sistem monitoring dan informasi kesehatan serta meningkatkan pembiayaan kesehatan. Menteri Kesehatan mengatakan, fungsi PKD adalah sebagai wahana peran aktif masyarakat di bidang kesehatan, mendekatkan pelayanan kesehatan dasar, kewaspadaan dini terhadap risiko dan masalah kesehatan, dan juga meningkatkan komunikasi dan informasi. Pembentukan PKD akan melibatkan masyarakat, seperti kader PKK, kader Posyandu dan tenaga sukarelawan. Selain itu, juga melibatkan tenaga bidan plus, tenaga gizi dan tenaga sanitarian. Lebih lanjut, Dr. Siti Fadilah mengatakan, salah satu cara untuk memecahkan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia adalah dengan meningkatkan sistem pelayanan, memberikan informasi tentang perlunya menjaga kesehatan, baik itu untuk diri sendiri maupun lingkungan. Masalah utama yang harus segera ditanggulangi, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalani pola hidup sehat, agar dapat menurunkan angka kematian ibui (AKI), angka kematian bayi (AKB) dan umur harapan hidup (UHH). Ketiga permasalahan utama tersebut, Indonesia tergolong masih rendah perhatian terhadap kesehatan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sementara untuk AKB, negara Indonesia termasuk dalam peringkat pertama dibandingkan dengan beberapa negara Asean, seperti Singapura, Brunai Darussalam, Thailand, Philipina dan Vietnam. ( KCM, Esha )