News Room, Selasa ( 11/10 ) Puluhan warga masyarakat Sumenep terjangkit penyakit difteri sejak awal bulan hingga Agustus 2011 kemarin. Berdasarkan data yang tercatat Dinas Kesehatan Sumenep, angka penyakit difteri tersebut sebanyak 14 kasus difteri. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Dr. Hj. Jetty Nurdiah Ningrum, M.Si, Senin (11/10) mengatakan, selama kurun waktu Januari hingga Agustus 2011 tercatat ada 14 kasus difteri diwilayah Sumenep, dan dianataranya 2 orang meninggal dunia, yakni warga desa Batang-batang Daya Kecamatan Batang-batang dan warga Desa Sumber Nangka Kecamatan Arjasa. Untuk meminimalkan serangan penyakit difteri, pihaknya sudah menginstruksikan tenaga medis dijajarannya untuk menggalakkan vaksinasi difteri pada anak-anak di daerah yang ada wargnya terjangkit penyakit tersebut. ”Kami sudah menyiapkan anggaran dananya untuk obat-obatan guna mengantisipasi penyakit difteri, seperti obat Anti Difteri Serum (ADF). Termasuk RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep juga sudah menyiapkan ruangan isolasi, guna perawatannya, sementara Puskesmas di Sumenep belum ada yang memenuhi syarat untuk menangani pasien difteri,”tegasnya. dr. Jetty Nurdiah Ningrum menyatakan, pihaknya juga sudah menginstruksikan jajarannya di Puskesmas untuk mengintensifkan imunisasi, bahkan melakukan sweeping apabila ada warga di daerahnya yang tidak datang ke Posyandu untuk imunisasi. ”Petugas kesehatan di Puskesam harus mengadakan sweeping pada warganya yang tidak mendatangi Posyandu, terutama untuk imunissi dasar.”ungkapnya. Sementara itu, 14 kasus difteri tersebar di 14 Desa yang tersebar di 11 Kecamatan, yakni Pasongsongan, Dungkek, Batang-batang, Kota Sumenep, Gapura, Rubaru, Giligenting, Saronggi, Talango, Ambunten, Pragaan, dan Arjasa. ( Yasik, Esha )