Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-06-2010
  • 372 Kali

Sebanyak 196 Mahasiwa STKIP PGRI Sumenep, Diwisuda

News Room, Kamis ( 17/06 ) Sebanyak 196 Mahasiswa STKIP-PGRI Sumenep jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) angkatan 2009-2010 diwisuda tadi pagi, Kamis (17/06) di Gedung KORPRI Sumenep. Dalam acara Wisuda VII tahun 2010 yang digelar melalui rapat terbuka Senat STKIP-PGRI Sumenep dan berlangsung cukup khidmat dipimpin langsung Ketua STKIP-PGRI Sumenep, Drs. H. Akhmad Nurhadi, S.Pd, M.Si. Ketika ditemui usai kegiatan wisuda, H. Akhmad Nurhadi mengungkapkan, dirinya berharap kepada para mahasiswa yang sudah menyandang gelar sarjana, hendaknya dapat lebih meningkatkan kwalitas pendidikan yang dimiliki melalui berbagai sarana yang dapat mengakses berbagai pengetahuan, sehingga mereka memiliki tingkat kecerdasan untuk dapat mengikuti perkembangan dan tuntutan jaman. “Sebab, di era global saat ini, untuk mencari peluang sangat sulit, karena itu diperlukan persaingan ketat untuk memenangkannya. Salah satu upayanya, mereka harus banyak disiplin, kerja keras dan kerja cerdas,”ujarnya. Karena itu tegas H. Nurhadi, untuk memantapkan pengetahuan, perlu terus mengasah diri dan mencari informasi, teknologi, seni dan kecerdasan berdemokrasi. Jika itu dilakukan, pihaknya yakin mahasiswa yang telah menyelesaikan akademiknya, dapat berperan aktif ditengah-tengah masyarakat, utamanya di dunia pendidikan. Sebagai sarjana pendidikan, tentu akan memikul tanggung jawab besar dalam memasuki pengabdiannya. Dan tentu tidak lepas dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi, serta tuntutan yang harus diwujudkan dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dimasa mendatang. “Kami berharap, dengan bekal yang telah mereka peroleh selama menempuh kuliah di perguruan tinggi dan dapat menjadikan dirinya mampu mengaplikasikan sesuai profesi yang akan disandangnya nanti,”tambahnya. Sementara salah seorang mahasiswa yang di wisuda, Matlani mengaku sangat merasakan kesan mendalam menjalani masa perkuliahan di perguruan tinggi yang cukup melelahkan. Namun, ketika sudah menyandang gelar sarjana juga masih harus berjuang mencari jati diri untuk menggapai harapannnya. “Paling tidak, berpegang ilmu yang kami miliki akan mampu mengarungi cita-cita dan harapan untuk mencari dan melakukan hal terbaik yang dapat dilakukan,”ungkap pria yang aktif diberbagai organisasi pemuda dan sosial ini. ( Ren, Esha )