Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-12-2009
  • 576 Kali

Sebanyak 2 Sumber Dan 13 Sumur Di Desa Sera Timur Mengering

News Room, Jum’at ( 04/12 ) Sebanyak 2 sumber air dan 13 sumur di Desa Sera Timur, Kecamatan Bluto, debit airnya terus menyusut dan mulai kering, pasca keluarnya air besar di sebuah sumur yang dibor oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Sumenep. Menurut Mohammad (50), salah seorang warga setempat, awalnya masyarakat Desa Sera Timur, Bluto, mengaku sangat bersyukur dengan keluarnya air di sumur yang dilakukan pengeboran oleh Dinas PU Pengairan. Karena, dengan kedalam 60 meter, ternyata mampu mengeluarkan air yang cukup besar. “Tapi, besarnya air yang keluar di sumur itu, ternyata menyebabkan sumur yang ada disekitarnya, debit airnya berangsur-angsur menyusut dan mulai mengering. Dan, pemilik 13 sumur tersebut, mengeluh mulai kesulitan mendapatkan air dari sumurnya sendiri,”terangnya. Ia menjelaskan, sebelum pengeboran dilakukan, kondisi 2 sumber air dan 13 sumur di Desa setempat lancar-lancar saja. Untuk itu, masyarakat Desa Sera Timur, meminta pihak terkait, supaya menutup sumur hasil pengeboran itu. “Kami menginginkan sumur itu ditutup saja. Karena, tidak mendatangkan manfaat, tapi justru menyengsarakan masyarakat setempat untuk mendapatkan air bersih,”ungkapnya. Sementara, Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Sumenep, Ir. Mohammad Jakfar, MM mengatakan, pihaknya telah mengetahui kejadian itu. Dan, membenarkan jika air yang keluar sangat besar, dengan volume antar 25 hingga 30 liter perjam. “Sebagai langkah awal, kami sudah memasang kesing pipa dikedalaman 60 meter. Dan, saat ini kami menunggu alat dari Surabaya, karena disamping semburan air sumur itu akan dicor dengan kedalaman hingga 40 meter. Sedangkan, dibawah kedalaman 40 meter akan diberi kerikil untuk memfilter air tersebut,”ungkapnya. Jakfar menjelaskan, jika nantinya keberadaan sumur tersebut, dinilai menyengsarakan masyarakat disekitarnya, maka pihaknya akan berinisiatif untuk menutupnya. “Jikalau masyarakat setempat kebanyakan meminta untuk ditutup, ya kami akan menutup sumur tersebut,”tegasnya. Proses pengeboran sumur tersebut, kata Jakfar, merupakan proyek Dinas PU Pengairan Kabupaten Sumenep yang dianggarkan pada APBD tahun 2009, sebesar Rp. 139 juta, dengan 4 titik pengeboran, yakni di Kecamatan Ganding, kemudian di Desa Poreh (Kecamatan Lenteng), Desa Batudinding (Kecamatan Gapura), dan Desa Sera Timur (Kecamatan Bluto). “Dari 4 titik yang dilakukan pengeboran sumur itu, ternyata yang menuai kendala adalah pengeboran di Desa Sera Timur, Kecamatan Bluto,”katanya menambahkan. Dari 13 sumur yang terancam mengering, satu diantaranya merupakan sumur Pondok Pesantren Nurul Islam, milik Bupati Sumenep. ( Nita, Esha )