Sumenep-Kominfo News Room : Sebanyak 2.069 calon pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Propinsi Jatim dinyatakan lolos seleksi tahap pertama. Nama-nama calon pendamping itu telah diserahkan ke Departemen Sosial untuk mengikuti tahap seleksi selanjutnya. Anggota Tim Rekrutmen Pendamping PKH Prop Jatim asal Dinas Sosial, Dra Restu Novi Widiani MM, di kantornya Surabaya, Rabu (25/4) mengatakan, nama-nama itu merupakan hasil seleksi dari 2.154 calon yang mendaftar pada 5-16 Maret 2007 di Dinas Sosial Jatim. Seleksi tahap pertama meliputi seleksi administrasi yaitu berpendidikan minimal D3 atau SI, berusia sekurang-kurangnya 21 tahun, memiliki pengetahuan kesehatan dan pendidikan, bertempat tinggal di kecamatan lokasi PKH, mempunyai pengalaman pekerja sosial, serta membawa rekomendasi dari Dinas Sosial daerah asal. Diberitakan sebelumnya, tim rekrutmen pendamping PKH Jatim memilih 16 calon tenaga pendamping untuk masing-masing kecamatan yang berjumlah 192 kecamatan di 21 kabupaten lokasi PKH. Tim kemudian akan memilih 12 orang calon yang lolos seleksi administrasi untuk menjalani tes tulis dan wawancara guna menentukan 4 calon terbaik. Keempat orang itulah nantinya yang akan melaksanakan tugas pendampingan kepada masyarakat penerima program dan membantu kelancaran pelaksanaan PKH. PKH adalah program uji coba dari pusat untuk memberikan jaminan perlindungan sosial bagi Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). PKH mewajibkan RTSM menyekolahkan dan memeriksakan kesehatan anak dan ibu hamil. PKH akan membawa perubahan perilaku RTSM terhadap pentingnya kesehatan dan pendidikan. Perubahan perilaku itu, diharapkan berdampak pada berkurangnya jumlah anak usia sekolah di RTSM yang bekerja. PKH dilakukan lintas sektoral oleh Pemprop Jatim dengan melibatkan beberapa instansi seperti Dinas Infokom, Dinas Sosial, Badan Pusat Statstik, dan Bapepprop. Di Jatim, PKH dilaksanakan di 21 Kabupaten dan 192 Kecamatan antara lain 8 Kecamatan di Ponorogo, 9 Kecamatan di Tulungagung, 9 Kecamatan di Kediri, 11 Kecamatan di Jember, 5 Kecamatan di Banyuwangi, 8 Kecamatan di Bondowoso, 9 Kecamatan di Situbondo, 13 Kecamatan di Probolinggo, 11 Kecamatan di Pasuruan, 6 Kecamatan di Sidoarjo, 10 kecamatan di Kabupaten Mojokerto, 12 Kecamatan di Jombang, 8 Kecamatan di Madiun, 9 Kecamatan di Ngawi, 13 Kecamatan di Bojonegoro, 7 Kecamatan di Tuban, 17 Kecamatan di Lamongan, 8 Kecamatan di Gresik, 5 kecamatan di Bangkalan, 2 kecamatan di Sampang, dan 12 kecamatan di Sumenep. Lokasi dipilih berdasarkan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2006, serta pertimbangan keberagaman karakteristik daerah seperti tingkat kemiskinan, ketersediaan gizi, angka putus sekolah, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan maupun kesehatan. Selain di Jatim, PKH juga dilaksanakan di enam propinsi yakni di Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur di 49 Kabupaten/Kota dan 348 Kecamatan. ( JNR,Ong,Esha )