Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-01-2013
  • 425 Kali

Sebanyak 23 Penderita DB Dirawat Di RSUD Sumenep

News Room, Selasa ( 08/01 ) Sebanyak 23 penderita deman berdarah (DB), dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep, diawal tahun 2013. Dari, 23 pasien DB tersebut, sebagian besar penderitanya adalah anak-anak yang saat ini dirawat di zaal anak RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Banyaknya penderita DB, ruangan RSUD Sumenep tidak mencukupi, sehingga banyak pasien yang harus dirawat di luar ruangan dengan menggunaka alas seadanya. Kasi Informasi dan Evaluasi, RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Hendiyanto mengatakan, sejak awal bulan Januari 2013 ini penderita DB yang di rawat di RSUD mencapai 23 penderita. Mereka mayoritas anak-anak usia 4 hingga 10 tahun. “Semua pasien penderita DB itu masih dirawat dirumah sakit. Sejak awal Januari ini jumlahnya sudah mencapai 23 anak, dan semuanya masih dirawat,”kata Hendiyanto, di RSUD, Selasa (08/01). Menurut Hendiyanto, tingginya angka penderita DB di awal tahun 2013 ini, diduga akibat terjadinya perubahan iklim yang tidak menentu di seluruh wilayah, khususnya Sumenep, seperti curah hujan tinggi dan panas secara tiba-tiba. “Kalau kami melihat, terjadinya penyakit DB ini disebabkan oleh iklim cuaca yang selalu berubah-ubah. Hujan, panas yang datang secara tiba-tiba,”terangnya. Cuaca yang tak menentu itu, biasanya banyak menyebabkan kondisi anak tidak stabil, yakni demam panas naik turun secara tiba-tiba dan disertai muntah-muntah, seperti yang dialami, Nur Hikmah (5 tahun) warga Kecamatan Talango. “Kalau ada anak yang mengalami panas dan demam tidak turun-turun segera diperiksa kedokter. Kalau tidak, akan berakibat fatal terjadai kondisi kesehatan anak. Makanya, orang tua harus selalu waspada,”ujarnya. Hendiyanto menambahkan, pada akhir bulan Desember 2012 lalu, 2 penderita demam berdarah meninggal dunia. “Mudah-mudahan para penderita DB di RSUD Sumenep ini bisa segera sembuh. Kami akan terus memantau perkembangan kesehatan penderita DB tersebut,”ungkapnya. ( Nita, Esha )