Sumenep-Kominfo News Room : Sesuai dengan data hasil operasi simpatik yang digelar PDAM Sumenep selama 3 hari sejak 15 hingga 18 Mei 2006 kemarin terhadap pelanggannya, ternyata didapati 3 pelanggan yang dinyatakan harus diputus. Karena, mengalami tunggakan yang cukup parah. Demikian diungkapkan Direktur PDAM Sumenep, Drs. H. Didik Untung Samsidi, MM H. Didik mengungkapkan, kasus pemutusan itu terpaksa dilakukan, karena dinilai tidak layak lagi untuk menjadi pelanggan PDAM. Ia menuturkan, berdasarkan pengecekan langsung ke lapangan, pelanggan yang diputus itu, ternyata karena rumahnya dikontrakkan, sehingga yang mengontrak tidak tahu diri untuk tertib pembayaran. Kemudian, pemutusan itu terjadi, karena ditinggal penghuninya. Dengan beberapa alasan tersebut, maka pihaknya langsung mengambil langkah tegas, karena pihaknya khawatir hal itu akan merembet kepada pelanggan lainnya. H. Didik menerangkan, operasi simpatik itu dilaksanakan, untuk menertibkan administrasi. Karena, dengan tertib administrasi atau tertib pembayaran, berarti pelanggan memperhatikan petugas PDAM, sehingga pihaknya juga akan memperhatikan pelanggan. Dengan adanya interaksi semacam itu, maka ujung-ujungnya akan berdampak pada peningkatan pelayanan. H. Didik memaparkan, berdasarkan laporan dari petugas lapangan, operasi simpatik tersebut, ternyata mampu mengurangi pelanggan yang menunggak, yakni dari 420 pelanggan yang menunggak, saat ini menjadi 52 pelanggan. Slanjutnya H. Didik menjelaskan, 52 pelanggan itu berjanji akan melunasi pembayaran rekening airnya minggu depan. Karena itu, pihaknya berharap kepada pelanggan yang menunggak, supaya betul-betul menepati janjinya, karena pembayaran rekening air itu merupakan kewajiban yang harus dipenuhi, mengingat untuk wilayah Kota, air sudah mengalir selama 24 jam. ( Nita, Esha )