Sumenep-Kominfo News Room : Kepala Rumah Sakit Daerah (RSD) Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. H. Dzulkifli Mahmudz, M.Si mengatakan, dengan adanya penyebaran kartu Asuransi Kesehatan (Askes) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Askes bagi Keluarga Miskin (Askeskin), pasien yang dirawat di RSD Sumenep mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Terbukti, dalam minggu terakhir ini, pasien yang dirawat dibagian sal anak hingga sal bedah di RSD Sumenep selalu penuh, bahkan hampir sebagian kecil pasien Askes tidak mendapatkan ruangan perawatan, sehingga harus dirawat diluar ruangan. dr. Kifli mengaku, meskipun terjadi peningkatan pasien Askes, namun pihaknya selalu mengedepankan pelayanan yang baik bagi setiap pasien. Artinya, pihaknya tidak pernah menerapkan adanya perbedaan pelayanan bagi pasien pemegang Askes maupun umum. dr. Kifli menuturkan, pelayanan tersebut dikedepankan, karena saat ini RSD Sumenep sudah menapaki paradigma baru, bahwa masyarakat Indonesia, khususnya Sumenep kedepan secara menyeluruh akan dan harus mengarah kepada pembiayaan Asuransi Kesehatan, untuk menuju Indonesia sehat tahun 2010. dr. Kifli menandaskan, dengan pembuatan Askeskin itu, masyarakat kurang mampu juga bisa menikmati pelayanan kesehatan di rumah sakit, karena premi dari pembiayaan di rumah sakit sudah ditanggung oleh pemerintah. Karena itu, dr. Kifli meminta kepada masyarakat yang memegang Askes PNS maupun Askeskin tersebut bisa mengikuti prosedur pendaftaran di rumah sakit, yakni awal pendaftaran sebagai pasien di RSD Sumenep, sudah mencantumkan sebagai pemegang Askes, sehingga pihak rumah sakit akan membuat pembayaran tersendiri. dr. Kifli menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan potongan pembiayaan kepada pemegang Askes, apabila pasien Askes teledor mencantumkan sebagai pemegang Askes. Karena, menurut dr. Kifli, pegawai rumah sakit diwajibkan tidak boleh memegang uang pembayaran lebih dari 1 x 24 jam. Artinya, uang pembiayaan perawatan dari pasien itu, harus segera dimasukkan ke rekening rumah sakit, sehingga tidak ada peraturan mengenai pemotongan ditengah jalan. ( Nita, Esha )