Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-04-2008
  • 434 Kali

Sebelum UNAS Berlangsung, 3 Siswa SMAN 2 Sumenep Dipecat

News Room, Jum’at ( 25/04 ) Sayang…sungguh… sayang, ketiga siswa SMA Negeri 2 Sumenep akhirnya harus kehilangan cita-cita dan harapannya, karena selain tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (Unas), ketiga siswa itu dipecat dari sekolahnya. Pasalnya, ketiga putra harapan bangsa ini dituduh seringkali melakukan pencurian helm, kaca spion dan barang lain milik teman-temannya. Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sumenep, Drs. H. Moh. Mokri, S.Pd mengakui pemecatan terhadap ketiga siswanya tersebut, karena dianggap seringkali melakukan pelanggaran berat tata tertib sekolah dan prilaku kriminal. Karena itu berdasarkan hasil musyawarah sekolah, akhirnya ketiga siswa yang menjadi tersangka pencurian helm itu dipecat dari sekolah. Ketiga siswa tersebut diantaranya berinisial HU asal Desa Torbang, MD asal Kelurahan Bangselok dan WE dari Saronggi. Ketika ditanya, apakah tindakan pemecatan itu tidak terlalu ekstrim ?. H. Moh. Mokri beralasan, kesalahan ketiga siswanya itu dianggap sudah diluar batas. Sebab, ketiganya dinilai sudah seringkali melakukan pelanggaran dan berkali-kali dapat peringatan. Namun, ternyata ketiga siswa yang selama ini memang dicurigai sebagai pelaku pencurian barang-barang yang hilang milik siswa lain itu, tertangkap tangan saat mengambil helm temannya. Sementara dari hasil intrograsi yang dilakukan kepada ketiga siswa itu menurut H. Moh. Mokri, menyebutkan nama siswa yang ketiga yang ternyata juga mengakui perilaku buruknya selama ini. Karena itu, dengan berbagai pertimbangan dan demi nama baik sekolah, mereka dikeluarkan dari sekolah yang sebelumnya memanggil orang tua masing-masing, agar diberikan pembinaan. Meski demikian, sebagai solusi yang disampaikan kepada orang tuanya, siswa yang dipecat dari sekolah tersebut, menurut H. Moh. Mokri, tetap akan diberikan rekomendasi jika ingin pindah ke sekolah lain, atau akan mengikuti Paket C. Dengan kejadian tersebut H. Moh. Mokri berharap akan menjadi pelajaran berarti dan masih beruntung, karena pihak sekolah tidak melaporkan kepada kepolisian. Sebab, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian, terkait tata tertib yang di berlakukan di SMA Negeri 2 Sumenep itu. Disamping itu, kejadian tersebut akan menjadi pelajaran bagi siswa lain, agar tidak melakukan prilaku yang tidak baik itu. ( Ren, Esha )