Sumenep-Infokom News Room : Rasa Kegotong royongan yang lahir dari keinginan untuk memenuhi kebutuhan bersama yang dianut oleh para leluhur bangsa ini, namun seiring dengan perkembangan dan kemajuan peradaban, sifat gotong royong itu kian hari semakin merosot. Demikain diungkapkan Bupati Sumenep, Drs. Endro Siswantoro, M.Si ketika melantik dan mengambil sumpah Kepala Desa Torjeb Kecamatan Kangayan, bertempat di Kantor Bupati Sumenep, Jum’at (10/06). Menurut Bupati, penyebab utama rasa gotong royong itu mengalami distorsi yang diakibatkan semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi, yakni makin pesatnya peredaran uang ditengah masyarakat, baik di kota maupun di desa, yang kemudian melahirkan asumsi bahwa masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa memerlukan bantuan orang lain atau dengan kata lain, apapun kebutuhan yang diinginkannya bisa dibeli dengan uang. Bupati Endro Siswantoro menuturkan, semestinya ditengah pertumbuhan ekonomi itu rasa kegotong royongan tetap dipertahankan, untuk itu Bupati meminta aparatur pemerintah Kecamatan dan Desa mengupayakan rasa gotong royong itu terus dipertahankan dan dikembangkan . Disisi lain Bupati Endro Siswantoro mengingatkan Kepala Desa Torjep terpilih, Samrawi untuk berkoordinasi dengan masyarakat, BPD dan Tokoh Agama, khususnya didalam mengambil kebijakan, bahkan Bupati menekankan, kebijakan program itu tidak mengutamakan keinginan pribadi semata, akan tetapi mengutamakan keinginan dan aspirasi masyarakat, sehingga kebijakan program Desanya merupakan perwujudan dari aspirasi masyarakat yang akhirnya kebijakan itu sangat strategis dalam membangun desanya, bahkan saat pelaksanaan roda pemerintahannya tidak menimbulkan konflik. Bupati Endro Siswantoro juga berharap Kepala Desa Samrawi dalam melakukan pendekatan dengan masyarakat untuk tidak hanya mengedepankan pendekatan secara intelejensia question atau IQ saja, namun diperlukan juga pendekatan berpola emosional question atau IQ dan spritural Question yang perlu dikombinasikan. ( Yasik, Esha )