News Room, Senin ( 10/08 ) Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Kabupaten Sumenep mulai langka. Sebab, 5 SPBU yang ada di wilayah Kecamatan Kota Sumenep, pada Senin (10/08) pagi, terlihat kosong tidak ada aktifitas. Menurut Direktur SPBU milik Pemerintah Kabupaten Sumenep, yang bernaung dibawah PT. Wira Usaha Sumekar (Wus), Drs. H. Mohammad Toha, kelangkaan BBM jenis premium terjadi sejak dua pekan terakhir ini. Namun, pihaknya tidak mengetahui, penyebab kelangkaan tersebut. “Terus terang kami tidak tahu penyebabnya. Padahal, pengiriman kami setiap harinya mencapai 2 tangki atau 16.000 liter. Biasanya, itu mencukupi dan ada sisa. Tapi, saat ini dua tangki premimum dan solar langsung habis dalam sehari,â€Âterang H. Moh. Toha, pada wartawan di kantor SPBU Kolor milik Pemerintah Kabupaten Sumenep, Senin (10/08). Ia menjelaskan, banyak faktor yang mempengaruhi kelangkaan ini, diantaranya mulai masuk musim panen tembakau “Ini sudah kejadian tahunan, ketika panen tembakau, memang terjadi antrean di tiap-tiap SPBU, sehingga mereka akan menyerbu SPBU yang masih menyediakan BBM,†katanya. Namun, faktor yang paling berpengaruh, yakni dimungkinkan adanya kabar di media massa mengenai harga BBM akan naik. “Nah ini, kalau sedikit saja disenggol masalah kenaikan harga BBM, dampaknya akan sangat besar bagi penyediaan BBM di daerah,â€Âungkapnya. H. Moh. Toha menerangkan, pihaknya akan berupaya meminta kepada Depo Camplong, untuk menaikkan volume pengiriman BBM jenis premium ke SPBU-nya. “Kalau biasanya kami hanya meminta 2 hingga 3 tangki dalam sekali pengiriman. Sekarang, kami akan meminta 3 hingga 4 tangki, karena kebutuhan BBM di Sumenep dirasa semakin meningkat,â€Âujarnya menambahkan. ( Nita, Esha )