Sumenep-Infokom News Room : Banjir yang melanda 3 Desa di Kecamatan Saronggi, pada Senin kemarin, ternyata berakibat fatal bagi areal sawah yang sedang ditanami padi. Terbukti, dari 200 hektar sawah yang tergenang luapan air dari sungai Pamuangan itu, sekitar 82 hektar sawah dipastikan puso, yakni mengalami gagal panen. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. H. Hari Sudarmadji, MS. Ia menerangkan, data tersebut berdasarkan tinjauan lapangan yang dilakukan pegawai pertanian. Dari sekitar 82 hektar sawah yang dipastikan puso itu, berasal dari Desa Muangan, yakni dari 125 hektar sawah yang tergenang air, 39 hektar sawah puso. Kemudian, Desa saronggi, dari 48 hektar sawah yang tergenang air, 43 hektar sawah mengalami gagal panen. Sedangkan untuk Desa Talang, 27 hektar sawah yang tergang air, dipastikan tidak terjadi puso. Karena, yang ditanami padi hanya 5 hektar, yang umurnya belum mencapai 2 bulan. Sehingga, areal sawah di Desa Talang itu tidak termasuk dalam kategori puso. Hari menjelaskan, untuk mengatasi lahan sawah yang tidak mengalami gagal panen, pihaknya meminta kepada para petani, khususnya pemilik lahan sawah, untuk membersihkan jerami yang masih berada di tengah sawah. Bahkan, Hari mengaku, akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah Propinsi Jawa Timur, untuk memberikan bantuan, sebagai pengganti kepada para petani yang mengalami gagal panen. Hari menuturkan, sebenarnya dalam musim tanam padi tahun 2006 ini, pihaknya sudah memberikan bantuan berupa 560 kilogram bibit padi varietas cheerang kepada para petani di 3 Desa Kecamaran Saronggi tersebut. ( Nita, Esha )