Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-09-2006
  • 642 Kali

SEKJEN PBB KRITIK KUDETA THAILAND

Sumenep-Kominfo News Room : Kudeta Thailand terjadi ketika Perdana Menteri (PM) Thaksin Shinawatra menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York. Kritik pun dilontarkan Sekjen PBB, Kofi Anan. “kita adalah organisasi yang selalu mendukung pergantian pemerintahan itu melalui cara-cara demokratik, melalui kotak suara pemilihan, bukan dengan senjata”, ujar Kofi Anan kepada CNN seperti dilansir dari AFP, Rabu (20/09). Pria asal Afrika Selatan ini pun mendesak rakyat Thailand agar tetap tenang. Dia yakin Thailand akan mampu kembali mengusung nilai-nilai demokrasi. “Pada dekade lalu masyarakat Thailand mendirikan demokrasi yang solid dan institusi di bawah raja. Saya yakin mereka mampu memperbaiki institusi dan kembali ke sistem demokrasi sesegera mungkin”, ujar Anan pesimis. Usai mengambil alih kekuasaan Perdana Menteri, Pemimpin Militer Thailand, Jenderal Sonthi Boonyaratglin bersama pasukan militer membekukan konstitusi dan memberlakukan martial law. Thaksin yang sedianya akan memberikan pidato dihadapan Sidang Majelis Umum PBB, akhirnya membatalkan rencana itu. Dia tidak mengatakan langsung bahwa pembatalan ini akibat dari kudeta yang terjadi. Sementara itu anggota DPR-RI, Ali Mochtar berkomentar, kudeta yang terjadi di Thailand harus menjadi pelajaran berharga untuk Indonesia. Meski belum pernah ada sejarah, bukan tidak mungkin kudeta itu terjadi di Indonesia. “Meski tidak terlihat adanya potensi itu, tapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi. Ini harus jadi pembelajaran”, ujar Ali Mochtar saat berbincang dengan detikcom, Rabu (20/09). Selanjutnya ia menambahkan, hubungan antara pemerintah, rakyat, parlemen dan militer harus menjadi sinergi yang bagus. “Manajemen pemerintahan harus diperbaiki, selesaikan masalah-masalah politik yang sempat tertunda”, kata Ali. ( DC, Esha )