Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-05-2011
  • 392 Kali

Sekolah Rusak Di Sumenep Belum Diatasi

News Room, Senin ( 02/05 ) Potret buram tentang dunia pendidikan masih terjadi di Kabupaten Sumenep. Terbukti, hingga Senin (2/5) ini, sekolah rusak yang menimpa SDN Totosan I di Kecamatan Batang-batang, akibat diterjang angin puting beliung, belum diatasi oleh Pemerintah Kabupaten setempat, sehingga ratusan siswanya terpaksa melangsungkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di rumah warga dan musholla. Ketua Komisi D DPRD Sumenep, H. Moh. Subaidi, SE, MM mengatakan, mestinya Pemkab lebih peka terhadap kondisi sekolah yang rusak, karena mengganggu kegiatan belajar dan mengajar (KBM). “Kondisi tersebut seharusnya tidak terjadi lagi, mengingat anggaran untuk perbaikan sekolah sudah ada. Oleh karena itu, kami meminta Pemkab Sumenep, segera memperbaiki gedung sekolah rusak tersebut. Menurut H. Subaidi, pemerintah seharusnya menjamin kegiatan belajar mengajar bagi siswa berjalan sebagaimana mestinya, yakni di dalam ruangan di gedung sekolah. “Kami sudah melihat langsung kondisi gedung SDN Totosan I yang rusak parah dan tidak bisa dipaksakan sebagai lokasi KBM bagi siswanya. Bahkan, kami sudah mengeluarkan rekomendasi supaya Pimpinan Dinas Pendidikan Sumenep segera memperbaiki gedung sekolah tersebut,”terangnya. Selain gedung rusak, KBM siswa di sejumlah sekolah dasar juga terganggu akibat sekolahnya disegel oleh warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan sekolah seperti yang terjadi di SDN Pagar Batu III di Kecamatan Saronggi dan SDN Torjek I di Kangayan (Pulau Kangean). “Diharapkan Pemkab Sumenep, bisa menyelesaikan semua persoalan terkait dunia pendidikan. Dan, kami siap mendukung pimpinan Dinas Pendidikan Sumenep dengan memperjuangkan adanya alokasi dana untuk menyelesaikan setiap persoalan yang menyebabkan terganggunya KBM siswa,”ungkapnya. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, A Masuni menjelaskan, pihaknya sedang menginventarisasi gedung sekolah yang rusak maupun lahan sekolah yang diklaim oleh warga sebagai miliknya. “Setelah semua data lengkap, kami akan secepatnya menyelesaikan persoalan yang mengakibatkan terganggunya KBM siswa,”pungkasnya. ( Nita, Esha )