Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-10-2012
  • 523 Kali

Sekwan Laporkan Aksi Anarkis LSM Ke Polres Sumenep

News Room, Selasa ( 23/10 ) Aksi anarkis para Aliansi Masyarakat dan LSM di gedung DPRD Sumenep, yang menyebabkan aset daerah, seperti kaca, kursi dan pot bunga hancur, berbuntut panjang. Sekretaris Dewan setempat, akan melaporkan tindakan para pendemo ke Polres Sumenep. Sekretaris DPRD Sumenep, Drs. Sunarto, menyayangkan aksi arogan yang dilakukan para LSM dengan merusak aset daerah tersebut. Ini tidak menunjukkan sikap baik dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. “Kalau mau demo ya demo saja. Bagaimana pun juga kami tidak punya menolak warga untuk demo, ini kan rumah rakyat. Tapi, jangan sampai merusak aset daerah. Kalau sudah begini, kami harus bertanggungjawab. Secepatnya, kami akan melaporkan pada Polres Sumenep. Karena, aksi tersebut sudah termasuk pengrusakan,”kata Narto, di kantor DPRD Sumenep, Selasa (23/10). Narto menerangkan, kerugian atas aksi pengrusakan para pendemo dari kalangan LSM itu, masih belum diketahui. “Saat ini, kami sedang mendata barang apa saja yang telah dihancurkan oleh pendemo tersebut. Jadi, belum diketahui kerugian materialnya,”terangnya. Sementara Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep, Abdul Majid, mengatakan, pihaknya sudah menempatkan 15 personel di gedung dewan, guna membantu aparat kepolisian menjaga aksi unjuk rasa. Namun, ternyata tindakan anarkis para pendemo tidak bisa dikendalikan, sehingga beberapa aset daerah rusak. “Kami sudah cukup melakukan tugas membantu pengamanan saat demo tadi. Tapi, aksi itu ternyata diluar kendali. Mereka tiba-tiba mengamuk usai hearing dengan pimpinan Badan Kehormatan DPRD Sumenep. Akhirnya aset daerah ada yang rusak,”ujarnya. Majid berharap, bagi warga yang ingin menyampaikan aspirasi melalui demo, agar dilakukan dengan baik-baik tanpa merusak aset daerah. “Ujung-ujungnya sudah pasti akan berurusan dengan kepolisian. Sebab, dewan tidak akan tinggal diam kalau gedung ini rusak akibat aksi pendemo. Ayolah, kalau teman-teman LSM maupun lainnya yang ingin unjuk rasa, dilakukan secara damai,”ungkapnya. Aksi anarkis yang dilakukan para LSM dan Aliansi Masyarakat ini, dipicu ketika mereka ingin bertemu dengan salah satu anggota DPRD Sumenep, Moh. Husin, namun oleh ketua Badan Kehormatan, Miftahorrahman, dikatakan jika Husin tengah keluar kota. Ternyata usai hearing, para pengunjuk rasa mendapati Moh. Husin ada di DPRD. Kontan saja, para pendemo mengamuk sambil membanting kursi, tempat sampah, bahkan memecahkan pot bunga dan kaca diruang Badan Musyawarah anggota DPRD Sumenep. ( Nita, Esha )