News Room, Rabu ( 16/03 ) Dalam pelaksanaan seleksi calon peserta pelatihan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui beberapa instansi terkait, melibatkan beberapa unsur, termasuk Perguruan Tinggi di Sumenep dalam melakukan seleksi terhadap calon peserta pelatihan.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Sumenep, Achamd Fauzi, karena ingin rekrutmen calon peserta pelatihan betul-betul transparan. Seperti halnya yang dilakukan tes wawancara di salah satu Perguruan Tinggi, sehingga calon peserta bisa dinilai dari hasil wawancara untuk mengikuti pelatihan yang pas untuk dirinya.
“Karena, dari hasil wawancara nantinya bisa diketahui bakat si A misalnya cocok untuk pelatihan memasak, si B untuk membuat kerajinan, dan sebagainya yang sesuai dengan bakat dan keinginannya,”ungkapnya.
Wakil Bupati juga berharap apa yang dilakukan dalam seleksi calon peserta pelatihan sudah betul-betul transparan dan betul-betul sesuai dengan harapan dari salah satu visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Sumenep dalam mencetak 5000 wirausaha muda yang dilakukan secara bertahap dalam 5 tahun kepemimpinannya.
Dikatakan pula, para peserta pelatihan nantinya juga harus membentuk kelompok dan memiliki badan hukum, sehingga akan lebih terarah dan tidak berusaha sendiri-sendiri, namun bisa lebih kuat ketika bersatu, dan bisa memproduksi lebih banyak. “Dan yang lebih penting lagi, dengan berbadan hukum, nantinya tidak akan melanggar hukum apabila menerima bantuan dari pemerintah, serta tidak ada persoalan di kemudian hari,”pungkasnya. ( Ren, Esha )