Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-11-2017
  • 421 Kali

Seluruh Lapisan Masyarakat Berjuang Untuk Menjadi Pahlawan

Media Center, Jumat ( 10/11 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar upacara memperingati Hari Pahlawan Ke 72 tahun 2017, Jumat (10/11) di halaman Kantor Bupati Sumenep. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Komandan Kodim 0827 Sumenep, Letkol Infanteri, Budi Santosa, S.Sos.

Letkol Infanteri Budi Santosa saat membacakan sambutan Menteri Sosial Republik Indonesia mengatakan, setiap warga bangsa pada dasarnya menyadari telah mewarisi sebuah konsepsi, etos, niat dan tindak perilaku kepahlawanan yang tinggi dan luar biasa, sehingga saat ini, waktunya menuntaskan perjuangan membangun bangsa dengan sikap mental yang positif dan konstruktif.

“Hanya dengan revolusi mental yang positif, optimis dan sadar riwayat kita sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat dan terbuka, kita bisa menyelami tantangan dan persoalan yang dihadapi bersama,”tegasnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sumenep terus berjuang, bekerja, berkarya untuk menjadi pahlawan, baik bagi diri sendiri, lingkungan, masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini.

“Seorang pahlawan dikenang bukan karena status sosialnya, tetapi karena nilai pengabdian dan kebaikan yang ia torehkan bagi diri, lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

Ditambahkan pula, peringatan Hari Pahlawan yang dilaksanakan setiap tahun, tidak lain untuk mengenang para pendahulu bangsa, atas segenap pemikiran, tindakan dan gerakan perjuangan kolekif yang mereka lakukan, sehingga generasi bangsa bisa menikmati alam kemerdekaan.

“Para pendiri bangsa mengabarkan pesan penting kepada kita, bahwa setelah kemerdekaan diraih, tahapan selanjutnya kita harus bersatu untuk bisa memasuki tahap bernegara. Oleh karena pesan fundamental itulah, peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember tahun 2017 ini mengambil tema “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”,”katanya.

Menteri Sosial RI mengungkapkan, peringatan Hari Pahlawan sejatinya berdasarkan pada peristiwa pertempuran terhebat dalam riwayat sejarah dekolonisasi dunia, yakni peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

“Sebuah peristiwa yang memperlihatkan kepada dunia internasional, betapa segenap rakyat Indonesia dari berbagai ras, suku, agama, budaya dan berbagai golongan, bersama-sama melebur menjadi satu jiwa raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia,”tuturya.

Seusai upacara Hari Pahlawan dilanjutkan dengan pemberian bantuan kepada 60 orang perintis kemerdekaan dan janda, dan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan penerima oleh Komandan Kodim 0827 Sumenep, Letkol Infanteri Budi Santosa, S.Sos. ( Yasik, Esha )