Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 23-05-2008
  • 668 Kali

Seni Ukir Karduluk Ingin Tembusi Pasar Dunia

News Room, Jum’at ( 23/05 ) Sukses di Pekan KIM III Jawa Timur yang berlangsung di Kabupaten Lamongan awal Mei lalu, tak membuat KIM “Rizky Cipta Karsa Mulya” cepat puas dan terus mengasah kemampuan. Awal Juni mendatang, Kelompok Informasi Masyarakat Desa Karduluk Sumenep ini akan menjalin kerjasama dengan Programa Uitzending Managerz (PUM) dari negeri Belanda. Ketua KIM Rizky Cipta Karsa Mulya, H. A. Zarnudji Basri, mengungkapkan hal itu kepada News Room, Kamis (22/05) ketika ditemui di kediamannya di Desa Karduluk. H. Zarnudji mengatakan, kerjasama dengan pihak Belanda tersebut tak lain berkat jalinan kemitraan antara KIM RKCM dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal. Saat itu H. Sarnudji disodori formulir kerjasama dengan sebuah lembaga swasta dari Belanda. “Pak Budi Dadik, Kepala Disperindag Sumenep, meminta saya datang ke kantornya. Beliau tawari saya sebuah formulir isian kerjasama dengan PUM dari Belanda.” Katanya. Menurut H. Sarnudji, setelah diisi lengkap, selanjutnya formulir ditebangkan ke Negeri Kincir Angin itu. Tak perlu lama menunggu, ternyata pengajuan kerjasama dengan PUM terealisasi. Surat dari Asisten Tata Praja Gubernur Jawa Timur melalui Kepala Biro Kerjasama Pemerintah pun datang, dan menyatakan kerjasama antara PUM Belanda dengan KIM RCKM bisa menemui titik terang. Tanggal 8 hingga 23 Juni mendatang, Mr. Gerard Van Bolhuis, seorang profesional di bidang Desain dan Marketing, akan melaksanakan tugasnya memberikan workshop atau pelatihan. Pelatihan tersebut nantinya juga akan memanfaatkan teknologi komputer dan jaringan internet. “Selama sebulan ke depan, Mr. Gerard akan memberikan pelatihan seputar desain ukiran dan pemasarannya di dunia. Kami sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan Mr. Gerard,” ujar H. Sarnudji. H. Sarndudji berharap, ini akan bisa membawa seni ukir Madura dan Karduluk khususnya bisa tembus di pasar dunia. Sebab materi yang akan disampaikan profesional dari Belanda itu. Menurutnya salah satunya adalah memetakan seni pewarnaan ukiran yang dikehendaki pasar global. “Seperti negara-negara Balkan atau Eropa Timur, sangat suka terhadap ukiran, namun mereka bisa menerima warna yang lebih soft atau warna-warna pastel,” kata H Sarnudji menutup wawancara. (Adjie, Esha)