Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-01-2009
  • 294 Kali

Seorang Nenek Dianiaya Polisi, 3 Gigi Depan Copot

News Room, Sabtu ( 10/01 ) Gara-gara hal sepele, seorang oknum aparat Polsek Ambunten tega menganiaya seorang nenek hingga 3 gigi depan bagian atas protol. Korban Ny. Satun (55) adalah warga Desa Tambaagung Ares, Kecamatan Ambunten. Pelaku penganiayaan, yakni anggota Polsek Ambunten, Aipda Hasan. Modus penganiayaan bermula saat korban mengambil air di sumur warga dekat kantor Polsek Ambunten, Jumat (09/01) kemarin. Saat itu, korban menggunakan timba, namun, tiba-tiba pelaku datang dan meminta korban untuk memindahkan timba yang sudah berisi air itu tanpa ada alasan yang jelas. Korban yang sudah tergolong kurang sehat itu tidak langsung memindahkan timba yang dimaksud. Karena masih berusaha mengambil air untuk mengisi timba yang satunya. Pelaku kelihatan tidak terima dengan sikap korban. Lalu memukul dan mendorong korban hingga mulutnya terbentur kebibir sumur dan tersungkur ke tanah. Saksi mata, Wawan (38) warga setempat mengatakan, saat dipukul korban sudah kehilangan keseimbangan. “Lalu didorong dan terjatuh, hingga 3 gigi depan atas korban copot. Korban sempat semaput. Lalu, ditolong oleh warga sekitar,”kata Wawan pada wartawan di rumahnya, Desa Tambaagung Ares, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Sabtu (10/01). Korban langsung di larikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ambunten. Sedangkan, pelaku meninggalkan tempat kejadian. Pihak keluarga korban tidak terima dengan aksi penganiayaan tersebut. Muasam (45), sepupu korban melaporkan kejadian tersebut pada penyidik Polres Sumenep, agar dilakukan pengusutan. “Saya tidak terima dengan penganiayaan yang dilakukan seorang polisi. Apalagi, persoalannya juga tidak jelas,”ujarnya. Sementara, Kapolsek Ambunten, Iptu Sumaryono membenarkan kejadian tersebut. “Mungkin anggota saya itu jengkel, karena tidak dihiraukan, akhirnya main dorong saja hingga pelaku jatuh tersungkur. Tapi anehnya, anggota itu tidak menolong korban, tapi malah ikut PAM PLN ke Pasongsongan,”terangnya. Ia menjelaskan, anggota yang diduga melakukan penganiayaan itu telah diproses oleh Provos. “Kami sudah berupaya menempuh jalan damai, tapi keluarga korban tetap tidak terima, dan melaporkan ke Polres Sumenep. Pelaku dugaan penganiayaan itu sekarang sudah ditangani Provos,”tegasnya. Maryono menerangkan, meski pelaku sudah ditangani Provos, tapi pihaknya berjanji akan membantu pembiayaan korban selama perawatan medis, dan berharap keluarganya dapat menempuh jalan damai. ( Nita, Esha )