Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-04-2014
  • 508 Kali

Seorang Penggali Batu Tewas Terkubur Reruntuhan

News Room, Senin ( 07/04 ) Seorang perempuan dengan kondisi hamil 6 bulan, bernama Dhala alias Bu Taufiq (50 tahun), warga Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Sumenep, tewas tertimbun reruntuhan batu, di Dusun Laok Lorong, Desa Tana Merah, Kecamatan Saronggi, Minggu (06/04) kemarin, sekitar pukul 10. 00 WIB. Saat kejadian, korban hanya beraktivitas bersama Rasmawiyati (45). Korban yang bertugas sebagai penggali batu dan Rasmawiyati bertugas sebagai pengangkut galian. Namun ketika Rasmawiyati hendak membawa hasil galian batu dari kubangan, tiba-tiba terdengar gemuruh suara reruntuhan dari dalam galian. "Suaranya cukup keras. Saya pun bergegas kembali ketempat galian. Ternyata tempat korban menggali batu sudah ambruk dan menimpa tubuh korban. Saya langsung keluar dan berteriak minta tolong,"kata Rasmawiyati. Proses evakuasi korban memakan waktu 3 jam, karena lokasinya sangat sempit. “Evakuasi korban memakai alat bantu lain untuk bisa mengangkat batu besar yang yang menggencet tubuh korban. Makanya sampai 3 jam korban baru bisa dievakuasi,”terang Kapolsek Saronggi, AKP Bahril, saat dimintai konfirmasi di lokasi kejadian. Ia mengatakan, usai dievakuasi tubuh korban langsung dibawa pulang oleh keluarganya. Mereka mengabaikan permintaan petugas kepolisian untuk diotopsi. "Karena tidak mau diotopsi, kami meminta keluarganya agar menandatangi surat penolakan otopsi,"ungkapnya. Bahril menambahkan, petugas sudah melakukan sosialisasi terkait penambangan batu yang sebelumnya sudah memakan korban jiwa. "Namun karena pekerjaan tersebut memang menjadi sumber penghasilan bagi warga, kami tidak mampu menutup lokasi penambangan,"tukasnya. ( Nita, Esha )