Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-09-2012
  • 787 Kali

Sepakati 3 Proyek Di Jawa Timur Senilai Rp. 20 Triliun

News Room, Kamis ( 20/09 ) Pemprov Jatim terus berusaha menggaet investor dari luar negeri. Salah satunya dari Australia. Hasilnya, kemarin ditandatangani LoI (Letter of Intent) atau surat perjanjian antara Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan 3 perusahaan Australia dibidang Konstruksi jalan, kilang minyak dan terminal LNG, serta pengolahan daging. Nilai investasi 3 proyek tersebut mencapai Rp. 20 trilliun. Penandatanganan LoI dilakukan Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Jatim, Warno Harisasono dengan para pengusaha di Melbourne dan disaksikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo, SH, M.Hum. Selain itu, hadir 67 Direktur perusahaan seluruh Melbourne dan 8 founders serta Konsul Jenderal RI di New South Wales, Irmawan Emir Wisnandar. Dari Autralia, penandatanganan dilakukan Simon Bruce, manajer PT. National Road Limited NSW, untuk proyek jalan. Proyek kilang minyak dan terminal LNG ditandatangani Steve Maccaw (direktur PT. I.L. & C. Baillieu). Sementara itu, proyek pengolahan daging sapi diteken Malcom Shippen dari Bayandah Pastoral Company, perusahaan daging terbesar kedua di Melbourne. Dalam pemaparan di depan para pengusaha, H. Soekarwo mengatakan, investor Autralia di Jatim menduduki posisi ke 9. Harapan saya, tahun depan bisa menjadi urutan ke 5 dan tahun berikutnya bisa menjadi investor kedua terbesar yang masuk di Jatim,”ujar Gubernur yang disambut tepuk tangan pengusaha. H. Soekarwo menjamin akan memberikan kemudahan kepada para pengusaha dalam empat hal. Yaitu, perizinan, tenaga kerja terdidik, suplai listrik yang memadai, dan pengadaan lahan. “Saya beri garansi untuk 4 hal itu,”ujarnya. Tentang LoI pembangunan jalan tol, Kepala Dinas PU Bina Marga Pemprop Jatim, Dahlan Karim menjelaskan, jalan tol yang ditawarkan ke investor adalah pembangunan jalanan provinsi Legundi-Bunder. Jalan tol tersebut dibangun untuk mengurai kemacetan yang parah di akses masuk dan keluar Surabaya. Proyek tol itu akan memotong Jalan Bypass Krian dan menhubungkan jalan pantura dengan tol Sumo (Surabaya-Mojokerto). Perusahaan yang akan mengikuti lelang tersebut adalah PT. Stabilco NSW, spesialis road equipment. “Investor jalan tol ini menawarkan harga murah, namun dengan kualitas yang lebih baik. Karena mereka memiliki teknologi baru,”ujar Dahlan. Kepala BPM, Warno menambahkan, Pemprop akan melakukan uji coba di 2 tempat pada Oktober 2012. Yaitu, Legundi-Bunder dan Duduk Sampeyan, Gresik. Legundi-Bunder akan menjadi pilot project, karena kepadatan lalu lintas yang tinggi. Duduk Sampeyan karena tanahnya yang labil. Nilai investasi yang akan ditanamkan untuk jalan tol Legundi-Bunder adalah 222 juta Dolar Australia (AUD) atau sekitar Rp. 2,35 triliun. “Proyek tol Legundi-Bunder ini murni swasta,”ucapnya. “Ditargetkan, jalan ini bisa selesai 2014,”tambah Dahlan. Sementara itu, nilai investasi pembangunan kilang minyak di tuban dan Situbondo adalah AUD 400-500 juta (sekitar Rp. 4 triliun hingga Rp. 5 triliun). “Kilang minyak ini nanti untuk memproses minyak mentah menjadi BBM yang bisa dijual dengan harga lebih murah,”katanya. Yang menjadi perhatian khusus Gubernur Jatim adalah investasi tentang daging Australia. H. Soekarwo tidak mau perusahaan dari Australia menjual daging sapi ke pasaran umum di Jatim. Daging yang diimpor dari Australia hanya dipakai untuk industri hotel dan restoran besar. ( JP, Ingun )