News Room, Kamis ( 04/12 ) Selama tahun 2014, hingga akhir November kemarin, sebanyak 5 pendonor darah di UPTD Palang Merah Indonesia (PMI) Sumenep, terdeteksi terjangkit virus HIV. Ke 5 orang itu adalah warga Kecamatan daratan di Kabupaten Sumenep, yang merupakan pendonor saat dibutuhkan keluarganya. Ketua PMI Sumenep, Drs. H. Kurniadi Wijaya, M.Si menjelaskan, jumlah warga yang terdeteksi terjangkit virus mematikan tersebut merupakan tertinggi sepanjang puluhan tahun. Biasanya tiap tahun hanya terdeteksi 1 hingga 2 pendonor saja. "Selama saya menjabat di PMI Sumenep sekitar 37 tahun, baru tahun ini tertinggi pendonor yang terdeteksi terjangkit HIV hingga 5 orang,"kata Kurniadi, Kamis (04/12). Ia memaparkan, terdeteksinya pendonor terjangkit virus HIV, hasil sementara laboratorium di UPTD PMI Sumenep. Namun untuk memastikan positif tidaknya, menunggu hasil laboratorium PMI Pusat di Jakarta. "Kami sudah mengirim sampel darah 5 pendonor yang terdeteksi awal mengidap virus HIV. Tapi untuk memastikan menunggu hasil dari PMI Pusat. Biasanya kalau sudah terdeteksi awal tidak akan berubah,"terangnya. Dengan deteksi itu, lanjut H. Kurniadi, pihaknya langsung memanggil yang bersangkutan dan memberitahukan hasil lab tersebut. "Kami lakukan pembinaan tiap 3 bulan sekali dan menganjurkan agar memakai pelindung saat berhubungan intim dengan istri, guna menghindari penularan virus,"ujarnya. Sementara data di Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, warga yang positif terjangkit virus HIV-AIDS sejak tahun 2013-2014, sebanyak 21 orang. 8 diantaranya meninggal dunia. ( Nita, Esha )