Sumenep-Infokom News Room : Berdasarkan pantauan citra satelit Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Tanjung Perak Surabaya, menunjukkan Siklon Tropis Emma masih berada di 19,5 Lintang Selatan dan 116,5 Bujur Timur di sebelah Barat Laut Australia. Emma bergerak ke Barat kemudian bergeser ke Selatan (Pulau Timor) selatan. Hal ini menyebabkan terjadi Inter Tropical Convergens Zone (ITCZ) di Jawa Timur, yang dapat menimbulkan hujan disertai angin kencang dan petir, karena adanya penumpukan udara. Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMG Maritim, Arif Triono, Ah MG, saat ditemui di Kantornya, Perak Surabaya, Selasa (28/02) mengatakan, ITCZ membujur dari Sumatera Selatan hingga NTT, kondisi ini menyebabkan wilayah Jawa Timur masih diliputi awan Cumulo Nimbus (CB) yang menyebabkan hujan hingga awal Maret mendatang. Diprediksikan, kondisi cuaca seperti ini masih akan terjadi hingga satu minggu ke depan, merata di seluruh Jawa Timur. Hujan diperkirakan terjadi pada siang dan malam hari, dengan sifat hujan sporadis. “Menjelang pertengahan Maret, sebagian besar wilayah Jatim akan berkurang intensitas hujannya,� kata Arif. Daerah yang berpeluang hujan lebat di daerah pegunungan, Malang, Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Bojonegoro, Lamongan dan Surabaya. Kata Arif, perlu diwaspadai untuk tinggi gelombang laut di daerah pantai utara (Kepulauan Masalembu, Kangean dan Kepulauan Bawean) dan kawasan Selatan. Tinggi gelombang di daerah Pantura berkisar antara 1-2,5 meter, daerah Selatan antara 1-3 meter, sementara daerah pantai, tinggi gelombang antara 1-1,5 meter. Hal itu dapat mempengaruhi jadwal pelayaran, terutama nelayan yang menggunakan kapal kecil. Sementara, musim kemarau diprediksi akan terjadi awal April meliputi, daerah Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto, sedangkan Malang Utara pada Mei. Daerah yang terakhir mengalami musim kemarau, Lumajang, Jember dan Malang Selatan pada Juni. ( Info Jatim, Esha )