News Room, Jumat ( 21/09 ) Sisa panen tembakau di Kabupaten Sumenep, untuk saat ini tinggal 5 persen. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sumenep, Ir. H. Abdul Gafur, M.Si menjelaskan, secara keseluruhan, sebenarnya tembakau di wilayah setempat, sudah panen. Hanya saja, masih ada sisa yang belum dipanen, sekitar 5 persen. "Hasil pantauan di lapangan, sisa tembakau yang belum dipanen sebanyak 5 persen itu, proses penanamannya terakhir. Jenisnya, tembakau sawah,"kata H. Abdul Gafur, Jumat (21/09). H. Abdul Gafur mengaku yakin sisa tembakau yang belum panen, akan terserap oleh pabrikan. "Kami terus melakukan komunikasi dengan pabrikan, agar tidak terburu-buru menutup gudang. Kami berupaya secara maksimal, supaya seluruh tembakau di Sumenep diserap pabrikan,"terangnya. Pabrikan yang melakukan pembelian tembakau di Sumenep, ada dua, yakni PT. Gudang Garam dan Wismilak. "Untuk Wismilak sudah tutup gudang dengan menyerap tembakau Sumenep 600 ton. Sedangkan PT. Gudang Garam, masih melakukan pembelian, jumlahnya sampai sekarang sekitar 1.800 ton lebih, dengan target pembelian 2.000 ton,"ungkapnya. Sementara proyeksi areal penanaman tembakau tahun 2012, seluas 20.358 hektar, namun realisasi penanaman tembakau mencapai 23.420,5 hektar. Dari total areal tanam tembakau tahun ini sebanyak 23.420,5 hektar, untuk lahan tegal sebanyak 11.592,10 hektar, lahan gunung 9.161,51 hektar, dan lahan sawah 2.666,89 hektar. "Lahan persawahan yang digunakan untuk menanam tembakau cukup banyak, mencapai 2 ribu hektar lebih. Ini yang membuat over load lahan. Padahal kami tidak menginginkan sawah itu ditanami tembakau juga,"pungkasnya. ( Nita, Esha )