Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-11-2013
  • 627 Kali

Siswa SDN Bragung III Tertimpa Reruntuhan Atap Ruang Kelas

News Room, Kamis ( 14/11 ) Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Baragung III, Desa Baragung, Kecamatan Guluk-guluk, memakan korban. Salah seorang siswa kelas 3, yakni Adiqurrahman (9), pingsan setelah tertimpa reruntuhan atap bangunan sekolahnya, Kamis (14/11), pagi sekitar pukul 9.30 WIB. Kejadian naas tersebut, bermula ketika korban bersama teman-temannya sedang bermain di depan kelasnya, tiba-tiba teras sekolah yang kondisinya memang sudah lapuk karena termakan usia, runtuh dan satu plafon jatuh tepat mengenai kepala korban. Kontan korban tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke Puskesmas pembantu terdekat. Pengawas SDN III Baragung, Moh. Hafid, mengakui jika kondisi bangunan lembaga pendidikan SDN III Baragung ini sudah lapuk dimakan usia. “Kondisi bangunan SDN III Beragung itu memang sudah parah. Selain usianya sudah tua, sekolah tersebut tidak pernah mendapat bantuan rehabilitasi, sehingga sebagian sekolah tersebut harus menggunakan tiang penyanggah, agar tidak roboh saat jam pelajaran berlangsung,”ujarnya. Ia menyayangkan peristiwa tersebut sampai menimpa anak didik. Tidak ada yang menyangka bangunan itu roboh ketika jam masuk sekolah. “Pihak sekolah selama ini sudah berusaha menjaga bangunan agar tidak roboh disaat jam masuk sekolah. Tapi diluar dugaan atap teras bangunan secara tiba-tiba runtuh,”terangnya. Sementara Moh. Jakfar (30), warga setempat yang juga pernah mengenyam pendidikan di sekolah tersebut, membenarkan, jika kondisi bekas sekolahnya itu, hingga sekarang tidak ada perubahan. Bahkan sebagian gentengnya sudah banyak yang pecah dan berlubang, sehingga ketika hujan ruangan kelas tergenang air. “Sejak saya sekolah dulu hingga kini kondisinya tetap tidak ada perubahan. Bahkan semakin mengkawatirkan dan membahayakan bila tetap digunakan sebagai sarana proses kegiatan belajar mengajar (KBM),”tuturnya. Dia berharap, SDN Baragung III ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah kabupaten, agar bisa segera diperbaiki, dan pelaksanaan KBM disekolah tersebut berlangsung lancar, tanpa diselimuti rasa khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hingga berita ini diturunkan, kondisi Adiqurrahman masih menjalani perawatan intensif di puskesmas pembantu desa setempat. ( Nita, Esha )