Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-06-2015
  • 335 Kali

Siswa SDN Ketupat II Raas Bertahan Belajar Di Teras Warga

News Room, Senin ( 08/06 ) Sengketa lahan di SDN Ketupat II, Desa Ketupat, Kecamatan Raas, Sumenep, yang terjadi sejak tahun 2012, hingga saat ini belum ada penyelesaian. Akibatnya 93 siswa dan 6 guru di sekolah tersebut, masih bertahan menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan cara menumpang di emperan rumah warga sekitar.

Guru dan siswa SDN Ketupat II, Desa Ketupat, mengaku enggan kembali ke sekolah sebelum permasalahan sengketa lahan dengan ahli waris pemilik lahan selesai.

"Kami masih trauma dengan peristiwa pengusiran oleh pemilik lahan beberapa tahun lalu, makanya memilih melaksanakan KBM di rumah warga, sehingga kegiatan kami tidak terganggu,"kata Arif Rahman Hakim, Kepala SDN ketupat II, Kecamatan Raas, Senin (08/06).

Ia berharap pada pemerintah Kabupaten Sumenep untuk segera menyelesaikan sengketa lahan di SDN II Ketupat, agar siswa dan guru yang sudah tiga tahun mengungsi ke rumah warga, bisa kembali lagi dan menggelar KBM di sekolah itu.

“Kasihan 93 siswa kami yang harus menumpang diemperan rumah warga ketika menimba ilmu. Kami berharap pemerintah segera menyelesaikan sengketa lahan dengan ahli waris pemilik lahan sekolah ini,"pintanya.

Sementara Kadarisman, Sekretaris Dinas pendidikan Kabupaten Sumenep, mengaku persoalan sengketa lahan di SDN II Ketupat sudah selesai, karena sudah terjadi kesepakatan antara pemilik lahan dengan pemerintah.

Hanya saja untuk proses pengalihan dari ahli waris pemilik lahan kepada pemerintah memerlukan beberapa persyaratan administrasi dari ahli waris pemilik lahan, sehingga proses penyelesaiannya terkesan lamban.

“Untuk persolan lahan sudah selesai, yang belum tinggal proses balik nama saja, karena masih ada beberapa adminitrasi yang harus dipenuhi pemilik lahan, dan itu yang membuat proses pengalihan lambat,”tutur Kadarisman.

Disinggung siswa SDN II Ketupat yang masih mengikuti KBM di rumah warga, pihaknya mengaku tidak tahu menahu masalah tersebut, karena belum ada laporan dari UPT setempat. Meski begitu pihaknya berjanji akan menindak lanjuti informasi tersebut, dan akan meminta pemilik lahan supaya membuka penutup pagar, agar siswa dan guru kembali menggelar KBM di sekolahnya.

“Saya belum menerima laporan terkait guru dan siswa SDN II Ketupat kalau menggelar KBM di rumah warga. Tapi, saya akan tindak lanjuti masalah itu, saya akan minta pemilik lahan segera membuka penutup pintu pagar sekolah, agar guru dan siswa kembali ke sekolah,”ungkapnya. ( Nita, Esha )