News Room, Rabu ( 21/11 ) Sebanyak 120 siswa gabungan tingkat Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI) dan Madrasah Aliyah (MA) Mambaul Ulum, yang berada dibawah naungan Yayasan Al Khairat, di Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Rabu (21/11) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, menggelar shalat ghaib bersama dengan para guru, untuk warga muslim Palestina yang menjadi korban serangan tentara Israel. Kepala MA Mambaul Ulum, Abdul Azis, menjelaskan, kegiatan ini guna menanamkan solidaritas antar sesama kepada para siswa, atas meninggalnya warga palestina yang juga umat muslim, saat serangan tentara Israel. “Saat ini, warga Palestina jelas sangat menderita akibat kekejaman tentara Israel. Makanya, kami melakukan shalat ghaib guna mendoakan korban Palestina yang meninggal dunia,” kata Azis, Rabu (21/11). Selain itu, shalat ghaib ini juga untuk mendoakan agar segera ada damai di Palestina. “Sebagai sesama umat muslim, tentunya ikut merasakan penderitaan yang dialami warga Palestina. Apalagi, korban serangan tentara Israel itu banyak dari warga sipil. Mudah-mudahan segera ada damai di Palestina,” terangnya. Azis mengungkapkan, pelaksanaan shalat ghaib tersebut merupakan kali pertama dilakukan bersama siswanya, dalam menyikapi konflik yang terjadi di Palestina. “Kami berdoa konflik di Palestina akan segera berakhir. Bahkan, kami juga berharap para pimpinan negara yang sebagian besar warganya muslim, melakukan tindakan nyata untuk menggalang dukungan secara internasional dalam rangka penyelesaian konflik di Palestina, guna menghindari korban yang lebih banyak,” ungkapnya. ( Nita, Fery )