News Room, Sabtu ( 11/07 ) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelayaran Taruna Nusantara, yang baru tahun ini ada di Sumenep, diharapkan mampu menjadi sebuah lembaga yang dapat menghantarkan generasi muda dalam pengembangkan peluang kerja di sektor kebaharian dan kemaritiman. Sebab, SMK pelayaran saat ini keberadaannya masih sedikit, padahal potensi peluang kerja di sektor ini sangat terjamin. Hal tersebut diungkapkan Kasubbag Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur, Sukisno mewakili Kepala Disparbud Jatim, Dr. Rasio. Menurutnya, apa yang digagas oleh para pengelola SMK Pelayaran Taruna Nusantara merupakan terobosan pendidikan dibidang kemaritiman di Jatim, khususnya di Sumenep. Karena itu, diharapkan masyarakat yang memiliki putra-putri yang berminat dengan kemaritiman ini, sangat penting untuk tidak melewatkan kesepatan untuk dididik dan dibina di SMK Pelayaran Taruna Nusantara. "Kami yakin, SMK Pelayaran Taruna Nusantara ini akan berjalan efektif dan mampu mencetak para calon taruna yang siap memasuki peluang kerja di bidang kemaritiman. Sebab, saat ini keberadaanya memang baru ada di Kabupaten Sumenep untuk wilayah Jatim, Sementara yang ada saat ini, seperti di Banyuangi tidak terfokus pada satu jurusan,"ujar Sukisno. Pihaknya berharap SMK Pelayaran Taruna Nusantara yang baru berdiri tahun ini diharapkan juga bekerjasama dengan pihak terkait, agar keberadaan SMK Pelayaran Taruna Nusantara ini lebih bisa diterima ditengah-tengah masyarakat. Dan mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, serta dengan beberapa SMK yang ada di Sumenep. Sebab, selama ini para Kepala SMK di Kabupaten sudah memiliki persatuan Kasek dengan nama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Sementara Penanggung Jawab SMK Pelayaran Taruna Nusantara, Bambang Irawan mengaku, saat ini sudah ada sekitar 375 lebih calon siswa yan mendaftar di sekolahnya. Padahal untuk sementara, pihaknya hanya akan menerima siswa sekitar 116 siswa yang akan dibagi menjadi tiga kelas. Sedangkan pada akhir penutupan penerimaan siswa, hingga tanggal 15 Juli 2009 mendatang, dipastikan akan lebih dari 400 siswa. Namun, pihaknya tetap masih akan mengambil untuk kapasitas 3 kelas, sebab fasilitas yang ada juga baru untuk 3 kelas. ( Ren, Esha )