Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-04-2009
  • 499 Kali

Sosok Kartini, Membela Hak-hak Kaum Perempuan

News Room, Selasa ( 21/04 ) Peran Kartini memang sangat berarti bagi wanita Indonesia, para ibu pertiwi selalu mengakumi kiprah dan keberanian sosok Kartini, yang dapat diibaratkan bisa membuka hijab kegelapan malam dunia, wanita menjadi sebuah cahaya yang terang benderang. Kekaguman akan kegigihan Kartini ini, menjadi semangat bagi seorang Kepala Desa perempuan, Tuina, Sos. Kepala Desa Gapurana Kecamatan Talango, yang sudah dua kali menjabat ini mengaku kagum dengan kegigihan Kartini, sehingga menjadi simbol sosok wanita Indonesia sejati. “Secara kodrat wanita memang tidak sama dengan pria, namun soal pengabdian dan peran, wanita sangatlah berarti bagi kehidupan dunia ini. Meski dengan berbagai keterbatasan. Namun, sebagai wanita, kita juga memiliki rasa sosial dan moral untuk memberikan ide dan pemikiran bagi masyarakat,” ujarnya. Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan BPMP Kabupaten Sumenep, Hj. Zainurul Qamari, SH, MH. Menurutnya, pihaknya merasa bersyukur mendapat amanah menjalani amanah di bidang pemberdayaan perempuan. Sosok Kartini menurut Hj. Zainurul, memang harus dijadikan suri tauladan perempuan Indonesia. Dimana perjuangannya membela hak-hak perempuaan, agar memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai bangsa, meski tidak harus meninggalkan kodrat sebagai seorang wanita, sebagai ibu rumah tangga, dan ibu bagi anak-anak yang perlu mendapat bimbingan khusus agar menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara. “Sebagai seorang perempuan yang kebetulan memilki tugas sebagai PNS, kita harus tetap memiliki waktu luang untuk suami dan anak-anak,” ujarnya. Disamping itu, pemberdayaan ekonomi bagi perempuan juga dapat dilakukan melalui berbagai program pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta. Sebab melalui pemberdayaan ekonomi akan mengurangi ketergantungan perempuan kepada laki-laki. Bukannya akan mengurangi peluang laki-laki untuk mencari kerja, namun bagi perempuan yang juga mampu mendapatkan ekomomi secara mandiri akan bisa membantu dan mengurangi beban suami, sehingga suamipun akan lebih menghargai dan menilai istrinya, sebagi pendamping yang rela membantu separuh tugasnya sebagai ibu bagi anak-anaknya. ( Ren, Esha )