News Room, Selasa ( 24/01 ) Pengembangan budi daya ikan khususnya di Sumenep, perlu terus dikembangkan. Sebab, disamping memiliki prospek yang cukup bagus, budi daya ikan seperti ikan kerapu bebek dan kerapu macan yang banyak dibudidayakan oleh para pembudidaya, memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep, Ir. Moh. Jakfar, MM Kepada News Room, Selasa (24/01) di kantornya mengungkapkan dengan memperbanyak budidaya ikan diharapkan target produksi nasional bisa dicapai. Sebab, Jawa Timur sendiri memiliki potensi yang cukup potensial dibidang Perikanan dan Kelautan. “Apalagi Balai Budidaya Laut yang dimiliki Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya berhasil mengembangkan pembenihan ikan kerapu secara massal sehingga kebutuhan akan benih kerapu terutama kerapu bebek dan macan dapat terpenuhi,”ujarnya. Hanya saja tegas Jakfar, persoalannya bagi pengusaha masih kesulitan pada pakan ikan. Karena itu, pihaknya memiliki program yang bisa dilaksanakan tahun 2012 ini, bagaimana meningkatkan produksi pakan ikan yang bisa diperoleh dengan mudah oleh para pembudidaya. Pada gilirannya nanti ketika persoalan pada pakan sudah bisa dikelola dengan baik, tidak akan kesulitan untuk persiapan budidaya dalam skala besarpun mampu memenuhi kebutuhan para pembudidaya. Saat ini pemanfaatan wilayah potensi budidaya laut cukup besar dengan potensi budidaya laut Indonesia sebesar 3.776.000 ha dan yang sudah dimanfaatkan sekitar 45.676 hektar, sehingga prospek budidaya kerapu sangat potensial, terutama merujuk pada permintaan dunia akan kerapu cenderung meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun harganya. “Sebelumnya total permintaan produksi kerapu mencapai 35.000 ton per tahun, dan itu bisa meningkat pada tahun berikutnya. Karena itu kita harus membaca peluang ini,”tambahnya. ( Ren, Esha )