News Room, Kamis ( 25/10 ) Sumur ENC-1 milik PT. Energy Mineral Langgeng (EML), yang berlokasi di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, sampai saat ini masih berstatus eksplorasi. Pengeboran di sumur ENC-1 itu, belum bisa memproduksi karena PT. EML berencana melakukan pengeboran dua sumur lagi disekitar lokasi tersebut, pada tahun 2013 mendatang. Kepala Perwakilan BP Migas Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabalnusa), Agus Kurnia, ketika menghadiri acara presentasi pengeboran sumur eksplorasi ENC-1 Tanjung, Saronggi, Sumenep, menjelaskan, bahwa sumur ENC-1 itu merupakan sumur pertaruhan, karena hasil dari pengeboran itu akan dievaluasi kembali, apakah didalamnya mengandung hidro karbon (minyak dan gas bumi). “Hasil pemaparan dari PT. EML memang dalam sumur ENC-1 itu mengandung indikasi ada minyak dan gas. Hanya saja mereka belum tahu besarnya berapa. Jadi, pengeboran sumur ENC-1 ini untuk mengetahui kandungan hidro karbon tersebut,”kata Agus, di Sumenep, Kamis (25/10). Agus mengungkapkan, kegiatan PT. EML di sumur ENC-1 itu, masih bersifat eksplorasi bukan eksploitasi. Sehingga, belum bisa berproduksi. “Untuk sekarang ini, PT. EML belum memproduksi hasil pengeboran sumur ENC-1. Karena, mereka masih merencanakan bakal melakukan pengeboran dua sumur lagi, sebab diindikasikan disekitar sumur tersebut ada kandungan minyak dan gas bumi,”terangnya. Sesuai rencana, kata Agus, pengeboran dua sumur tersebut akan dilakukan awal tahun 2013 mendatang. “Kalau pengeboran itu nantinya berhasil hingga berproduksi, bisa dipastikan Kabupaten Sumenep akan mendapatkan dana bagi hasil migas. Tapi, kalau hasil pengeboran sumur dan produksi migas dianggap kurang ekonomis, ya mereka akan angkat kaki dari Sumenep,”ujarnya. Oleh karena itu, kegiatan pengeboran sumur tersebut sepenuhnya ditanggung oleh PT. EML. Pemerintah Kabupaten Sumenep, tidak sedikitpun mendanai proses pengeboran sumur tersebut. “Makanya, kami mohon doa restu dari masyrakat Sumenep utamanya di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, atas kelancaran pengeboran sumur berikutnya. Karena, kalau ada hasil sampai bisa berproduksi, Sumenep sebagai daerah pengghasil tentunya akan mendapat dana bagi migas,”ungkapnya. ( Nita, Esha )